Petakan Potensi Pendapatan Asli Daerah Penunjang Rumah Potong Hewan

DRINGU, Radar Bromo – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Probolinggo berupaya memetakan potensi pendapatan asli daerah (PAD). Hal ini dilakukan sebagai penyokong rumah potong hewan (RPH) yang tahun sebelumnya belum maksimal.

Kepala DPKH Kabupaten Probolinggo Yahyadi mengatakan, beberapa potensi bisa dilakukan untuk menyokong target PAD. Di antaranya, jasa klinik dan jasa pelaksanaan inseminasi buatan.

“Jasa klinik hewan dan jasa pelaksanaan inseminsasi buatan berpotensi sebagai sumber PAD. Namun demikian, harus ada regulasi yang kuat dulu untuk melaksanakannya,” ujarnya.

Menurutnya, prosedur untuk merealisasikan upaya itu memerlukan tahapan yang cukup panjang hingga akhirnya menjadi peraturan daerah yang menjadi dasar pelaksanaan. Membutuhkan pertimbangan yang matang supaya nanti tidak bertentangan dengan aturan yang ada.

“Meski itu potensi, kalau tidak ada perdanya kami tidak bisa menjalankan. Saat ini kami masih memetakan potensi lain yang turut berkontribusi pada PAD,” ujarnya.

Selama ini DPKH banyak memiliki sumber PAD. Di antaranya, retribusi enam RPH, pendapatan dari pengembalian modal, laboratorium kesehatan hewan, dan kesehatan masyarakat veteriner. “Tiga sumber PAD ini masih terus kami maksimalkan. Memang di antara tiga sumber itu, RPH merupakan sumber PAD paling tinggi,” ujarnya. (ar/rud/fun)