alexametrics
28C
Probolinggo
Wednesday, 27 January 2021

PMI Kab Probolinggo Mulai Buka Donor Plasma Penyintas Covid-19

DRINGU, Radar Bromo – Untuk mempercepat kesembuhan pasien Covid-19, Pemkab Probolinggo mulai menerapkan metode terapi plasma konvalesen. Donor plasma pun mulai dibuka sejak Kamis (26/11) di kantor PMI Kabupaten Probolinggo.

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo dr. Dyah Kuncarawati menjelaskan, terapi plasma konvalesen bisa membantu mempercepat proses kesembuhan pasien Covid-19. Penerapan terapi ini menurutnya diharapkan dapat membantu Pemkab Probolinggo menurunkan case fatality rate (CFR) atau angka kematian dari 5,73 persen menjadi 2 persen maksimal.

Karena menerapkan terapi plasma konvalesen pula, dibutuhkan donor plasma dari masyarakat. Sehingga, dibuka donor plasma sejak Kamis (26/11) di kantor PMI Kabupaten Probolinggo.

Dyah sadar, masyarakat awam masih bingung dengan istilah donor plasma. Namun, menurutnya prosesnya sama dengan donor darah biasa. “Mungkin masyarakat masih bingung ya. Biasanya kan donor darah, ini kok donor plasma. Tapi, sebenarnya sama saja. Saat donor, darah merah diambil untuk didonorkan. Nanti PMI memproses darah donor itu dan diambil plasmanya saja,” katanya.

Namun, tidak semua orang bisa mendonorkan plasmanya. Untuk kepentingan terapi ini, yang bisa donor hanya pasien Covid-19 yang sudah sembuh minimal 14 hari alias penyintas. Sebab, di plasma mereka ada antibodi Covid-19.

“Setelah darah diproses dan diambil plasmanya, maka plasma ini nanti yang dimasukkan ke tubuh orang-orang yang sedang sakit Covid-19. Sehingga, diharapkan mereka bisa sembuh dengan lebih cepat,” tuturnya.

Saat ini menurut Dyah, baru ada 20 plasma konvalesen dari calon donor. Mereka semua adalah pasien Covid-19 yang sudah sembuh minimal 14 hari.

“Jadi terapi ini sifatnya pengobatan secara pasif. Yaitu, memasukkan antibodi dari orang yang sudah sembuh Covid-19 kepada orang-orang yang masih sakit Covid-19 melalui terapi plasma itu,” lanjutnya.

Selain syarat khusus, ada syarat lain untuk mendonorkan plasma konvalesen. Yaitu, pendonor berusia 18-60 tahun; boleh laki-laki atau perempuan; bila perempuan belum pernah melahirkan; dan berat badan minimal 55 kg.

“Syarat yang lain yaitu pendonor tidak punya komorbid (penyakit penyerta) seperti kanker, hipertensi, kencing manis dan gagal ginjal. Kalau ada pendonor yang punya komorbid, maka akan ditolak. Karena tidak sehat dan itu justru akan memperberat penyakitnya sendiri,” tegasnya. (mas/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU