alexametrics
28C
Probolinggo
Wednesday, 27 January 2021

Dana Tak Terduga Dianggarkan Rp 10,5 M, di Antaranya untuk Vaksin

DRINGU, Radar Bromo – Dana alokasi tidak terduga (TT) yang dialokasikan Pemkab Probolinggo tahun depan (2021), tidak sebesar tahun ini. Hanya berkisar Rp 10,5 miliar. Meskipun tahun depan masih fokus penanganan Covid-19, pemkab meyakini antisipasi penanganan Covid-19 yang melekat di masing-masing organisasi perangkat daerah.

Hal itu disampaikan Dewi Korina selaku Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Probolinggo. Dana TT, kata Dewi, tahun depan tidak sebesar tahun ini. Tahun 2020, dana TT mencapai sekitar 150 miliar. Karena penanganan dampak pandemi Covid-19.

Tahun depan, pemkab tetap fokus penanangan dampak pandemi Covid-19. Tetapi, tidak lagi mengandalkan dana TT. Sebab, pihaknya sudah antisipasi di awal dengan perencanaan penanganan melekat di masing-masing OPD. Terutama di kesehatan dan butuh anggaran besar untuk penanganan Covid-19.

”Tahun depan, anggaran untuk urusan pemerintahan bidang kesehatan mencapai sekitar Rp 371 miliar. Paling besar melekat di Dinas Kesehatan, kemudian RSUD Waluyo Jati Kraksaan dan terakhir RSUD Tongas,” terangnya.

Dewi menjelaskan, anggaran untuk penanganan Covid-19 tahun depan tidak hanya di bidang kesehatan. Hampir semua OPD ada alokasi anggaran terkait kegiatan Covid-19

Sementara itu, Pemkab Probolinggo sejauh ini terus merinci kebutuhan untuk vaksinasi Covid-19. Bahkan tahun depan untuk mendukung kegiatan vaksinasi tersebut, rincian sementara disiapkan anggaran Rp 10 miliar.

Mujono, Kepala Bidan Pencegahan dan Pengendalian Penyakin Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo mengatakan, pihaknya terus merinci mengenai vaksinasi Covid-19. Menurutnya, anggaran untuk vaksinasi sendiri masih belum selesai seratus persen.

“Sejauh ini kami terus melakukan perincian karena tentunya anggaran ini besar ya,” katanya.

Sejauh ini, anggaran yang disiapkan kurang lebih sekitar Rp 10 miliar. Anggaran itu dianggarkan di APBD 2021 masuk ke dalam rekening dana Tidak Terduga (TT). “Untuk anggarannya masuk ke rekening dana tidak terduga. Sedangkan untuk targetnya 7.30.000,” tuturnya.

Pria yang akrab disapa Joko itu menjelaskan, anggaran tersebut bukan untuk membeli vaksinnya. Tetapi, sebagai penunjang. Yang meliputi kegiatan vaksinasi dan perlengkapan sarana dan prasarana. Untuk vaksin sendiri, kata Joko, yang membeli adalah pemerintah pusat.

“Jadi ini anggaran untuk penunjang. Vaksinnya kan dari pemerintah pusat. Sedangkan daerah untuk mem-back up kelancaran vaksinasinya,” tandasnya.

Lebih jauh, anggaran nantinya terus dikembangkan. Sementara ini, untuk anggarannya untuk pembelian masker dan alat pelindung diri lainnya sekitar 10 miliar itu. “Jumlah ini sementara. Pastinya nanti berkembang dan akan terus dikembangkan,” ungkapnya. (mas/sid/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU