alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Tuesday, 17 May 2022

PPKM Diperpanjang, Operasi Yustisi di Kab Probolinggo Dikurangi

KRAKSAAN, Radar Bromo – Diperpanjangnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Probolinggo, tidak lantas membuat Satgas Covid-19 menggencarkan operasi yustisi. Namun, bukan berarti ditiadakan. Melainkan, masih melihat perkembangan kasusnya.

Hal tersebut diungkap Koordinator Penegakan Hukum Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto. “Jika pelanggaran masih banyak dilakukan dan kasus kian tinggi, maka akan kami kembali lakukan,” ujarnya, Selasa (27/7).

Ia menyebutkan, kini pihaknya mulai mengurangi operasi yustisi. Karena, pihaknya lebih mengedepankan pendekatan secara persuasif. Lebih mengutamakan pemberian edukasi kepada masyarakat.

“Jadi, ngapain capek-capek yustisi. Kami saat ini mulai mengurangi hal-hal yang sifatnya kekerasan. Jadi, yang digunakan adalah konsep humanis, tapi penegakan hukumnya ditegaskan,” ujarnya.

Ia mengatakan, dengan kondisi yang mulai stabil, sejatinya ada beberapa peraturan yang mulai bisa dilakukan. Seperti pembukaan masjid tanpa harus salat jamaah, sekalipun jamaah maksimal 20 orang. Selain itu, membeli makanan dan makan di warung, sejatinya juga bisa dilakukan. Meski dengan batas waktunya hanya 20 menit.

“Tapi, dengan kondisi seperti ini, kami memang belum membeberkan semuanya agar situasinya semakin kondusif,” jelasnya.

Ia mengaku juga masih fokus terhadap penanganan pasien Covid-19 yang mulai banyak ditangani di rumah sakit. Sesuai data yang dirilis Pemkab Probolinggo, per Selasa (27/7), ada 900 lebih pasien yang ditangani Pemkab. “Selain itu, kami juga gencarkan edukasi masyarakat. Kalau operasi yustisi, melihat perkembangan Covid-19,” ujarnya. (mu/rud)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Diperpanjangnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Probolinggo, tidak lantas membuat Satgas Covid-19 menggencarkan operasi yustisi. Namun, bukan berarti ditiadakan. Melainkan, masih melihat perkembangan kasusnya.

Hal tersebut diungkap Koordinator Penegakan Hukum Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto. “Jika pelanggaran masih banyak dilakukan dan kasus kian tinggi, maka akan kami kembali lakukan,” ujarnya, Selasa (27/7).

Ia menyebutkan, kini pihaknya mulai mengurangi operasi yustisi. Karena, pihaknya lebih mengedepankan pendekatan secara persuasif. Lebih mengutamakan pemberian edukasi kepada masyarakat.

“Jadi, ngapain capek-capek yustisi. Kami saat ini mulai mengurangi hal-hal yang sifatnya kekerasan. Jadi, yang digunakan adalah konsep humanis, tapi penegakan hukumnya ditegaskan,” ujarnya.

Ia mengatakan, dengan kondisi yang mulai stabil, sejatinya ada beberapa peraturan yang mulai bisa dilakukan. Seperti pembukaan masjid tanpa harus salat jamaah, sekalipun jamaah maksimal 20 orang. Selain itu, membeli makanan dan makan di warung, sejatinya juga bisa dilakukan. Meski dengan batas waktunya hanya 20 menit.

“Tapi, dengan kondisi seperti ini, kami memang belum membeberkan semuanya agar situasinya semakin kondusif,” jelasnya.

Ia mengaku juga masih fokus terhadap penanganan pasien Covid-19 yang mulai banyak ditangani di rumah sakit. Sesuai data yang dirilis Pemkab Probolinggo, per Selasa (27/7), ada 900 lebih pasien yang ditangani Pemkab. “Selain itu, kami juga gencarkan edukasi masyarakat. Kalau operasi yustisi, melihat perkembangan Covid-19,” ujarnya. (mu/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/