alexametrics
26.9 C
Probolinggo
Saturday, 25 September 2021

Gudang Belum Buka, Petani Tembakau Kab Probolinggo Mulai Panen

KOTAANYAR, Radar Bromo – Tanaman tembakau milik sebagian petani di Kabupaten Probolinggo mulai ada yang panen. Namun, adanya panen ini disebut terlalu dini. Sebab, sejauh ini gudang tembakau belum buka.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, sejumlah petani yang mulai panen tembakau itu terlihat di Desa Sambirampak Lor, Kecamatan Kotaanyar. Bahkan, beberapa sudah selesai dirajang dan mulai jemur.

Salah seorang petani asal Desa Sambirampak Lor Lukman Hakim mengaku, telah memanen tembakaunya sejak beberapa hari lalu. Usai dipetik, kini daun tembakaunya masih didiamkan agar layu. “Kira-kira dua sampai tiga hari agar layu. Setelah itu dirajang,” ujarnya, kemarin (27/7).

Lukman mengaku menanam tembakau sejak akhir April lalu. Memasuki Juli, tembakaunya sudah masuk masa panen. “Memang seharusnya sudah panen. Kemarin tanamnya lebih awal, mengingat musim memang sudah tidak bisa diprediksi,” ujarnya.

Menurutnya, musim kemarau tidak dapat diprediksi hingga kapan. Ia pun menanam tembakau lebih awal. Karena, khawatir keburu musim hujan. “Khawatir pada Agustus-September, sudah mulai hujan. Bisa rusak semua tanaman saya,” ujarnya.

Hal senada diungkap Sutija, 55, tetangga Lukman. Ia mengatakan, sejak 3 hari terakhir sudah merajang tembakau yang dipanen sepekan lalu. “Sudah dua hari dijemur,” ujarnya.

Baik Lukman maupun Sutija, sejatinya juga belum mengetahui kapan gudang tembakau akan buka. Yang jelas, menurutnya, pada awal Agustus biasanya gudang sudah mulai buka. “Biasanya sudah mulai buka. Tapi, tidak tahu akan buka atau tidak. Yang jelas panen dilakukan untuk menghindari hujan. Bisa rusak kalau kena hujan,” ujarnya.

Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kabupaten Probolinggo Endang Rustiningsih mengaku, telah mendapatkan laporan adanya petani tembakau yang sudah panen. Menurutnya, hal tersebut terlalu dini. “Paling tidak panen dilakukan Agustus akhir atau September awal. Kalau sekarang masih terlalu dini,” ujarnya.

Ia menyebutkan, panen yang dilakukan dinilai terburu-buru. Pihaknya juga belum dapat memastikan kapan gudang akan buka. “Beberapa upaya untuk mengetahui kapan gudang buka masih terkendala PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat). Jadi, komunikasi masih via seluler, tapi besok, Rabu (28/7), kami akan coba datangi atau kami undang perwakilannya untuk mengetahuinya,” ujarnya. (mu/rud)

KOTAANYAR, Radar Bromo – Tanaman tembakau milik sebagian petani di Kabupaten Probolinggo mulai ada yang panen. Namun, adanya panen ini disebut terlalu dini. Sebab, sejauh ini gudang tembakau belum buka.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, sejumlah petani yang mulai panen tembakau itu terlihat di Desa Sambirampak Lor, Kecamatan Kotaanyar. Bahkan, beberapa sudah selesai dirajang dan mulai jemur.

Salah seorang petani asal Desa Sambirampak Lor Lukman Hakim mengaku, telah memanen tembakaunya sejak beberapa hari lalu. Usai dipetik, kini daun tembakaunya masih didiamkan agar layu. “Kira-kira dua sampai tiga hari agar layu. Setelah itu dirajang,” ujarnya, kemarin (27/7).

Lukman mengaku menanam tembakau sejak akhir April lalu. Memasuki Juli, tembakaunya sudah masuk masa panen. “Memang seharusnya sudah panen. Kemarin tanamnya lebih awal, mengingat musim memang sudah tidak bisa diprediksi,” ujarnya.

Menurutnya, musim kemarau tidak dapat diprediksi hingga kapan. Ia pun menanam tembakau lebih awal. Karena, khawatir keburu musim hujan. “Khawatir pada Agustus-September, sudah mulai hujan. Bisa rusak semua tanaman saya,” ujarnya.

Hal senada diungkap Sutija, 55, tetangga Lukman. Ia mengatakan, sejak 3 hari terakhir sudah merajang tembakau yang dipanen sepekan lalu. “Sudah dua hari dijemur,” ujarnya.

Baik Lukman maupun Sutija, sejatinya juga belum mengetahui kapan gudang tembakau akan buka. Yang jelas, menurutnya, pada awal Agustus biasanya gudang sudah mulai buka. “Biasanya sudah mulai buka. Tapi, tidak tahu akan buka atau tidak. Yang jelas panen dilakukan untuk menghindari hujan. Bisa rusak kalau kena hujan,” ujarnya.

Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kabupaten Probolinggo Endang Rustiningsih mengaku, telah mendapatkan laporan adanya petani tembakau yang sudah panen. Menurutnya, hal tersebut terlalu dini. “Paling tidak panen dilakukan Agustus akhir atau September awal. Kalau sekarang masih terlalu dini,” ujarnya.

Ia menyebutkan, panen yang dilakukan dinilai terburu-buru. Pihaknya juga belum dapat memastikan kapan gudang akan buka. “Beberapa upaya untuk mengetahui kapan gudang buka masih terkendala PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat). Jadi, komunikasi masih via seluler, tapi besok, Rabu (28/7), kami akan coba datangi atau kami undang perwakilannya untuk mengetahuinya,” ujarnya. (mu/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU