alexametrics
28.2 C
Probolinggo
Friday, 12 August 2022

Target 10.774 Ha, Realisasi Tanam Tembakau Masih 8.984 Ha

KREJENGAN, Radar Bromo – Realisasi luas areal tanam tembakau di Kabupaten Probolinggo hingga Senin (27/7) masih 8.984 hektare. Angka itu masih jauh di bawah target rencana luas areal tahun ini sekitar 10.774 hektare.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, luas areal tanam tembakau di Kabupaten Probolinggo paling dominan di wilayah timur. Tertinggi wilayah Kecamatan Krejengan, sekitar 2.086 hektare lahan sudah ditanami tembakau. Kemudian, wilayah Kotaanyar, Besuk, yang sama-sama sekitar 1.600 hektare tanaman tembakau.

Ada sejumlah faktor yang membuat petani ogah menanam tembakau tahun ini. “Tahun ini saya tidak tanam tembakau. Karena cuacanya seperti ini, masih turun hujan. Apalagi pandemi Covid-19, takutnya gudang butuh tembakau sedikit. Jadi, akhirnya sulit menjual dan harganya murah,” kata Sulis, salah satu petani tembakau asal Krejengan.

Sementara itu, Kepala DKPP (Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian) Kabupaten Probolinggo Nanang Trijoko Suhartono mengatakan, target rencana luas areal tanam tembakau di Kabupaten Probolinggo tahun ini sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Yaitu, 10.774 hektare. Namun, hingga akhir bulan ini baru terealisasi sekitar 8.984 hektare.

“Realisasi tanam tembakau sampai sekarang masih sekitar 8.984 hektare. Memang masih jauh dari target rencana luas areal,” katanya kemarin.

Nanang mengaku tidak dapat memaksakan petani untuk menanam tembakau. Banyak faktor realisasi tanam tembakau saat ini belum penuhi target. Tidak sedikit petani yang berpikir ulang tanam tembakau karena pengaruh cuaca.

Selain itu, di tengah pandemi Covid-19, ada khawatiran pada petani, gudang tembakau tidak ambil tembakau jumlah besar tahun ini. “Musim kemarau sekarang juga mundur. Mengingat, kemarin-kemarin masih turun hujan. Semoga saja di bulan Agustus petani lainnya memilih untuk tanam tembakau. Karena diperkirakan sudah memasuki puncak kemarau,” terangnya. (mas/mie)

KREJENGAN, Radar Bromo – Realisasi luas areal tanam tembakau di Kabupaten Probolinggo hingga Senin (27/7) masih 8.984 hektare. Angka itu masih jauh di bawah target rencana luas areal tahun ini sekitar 10.774 hektare.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, luas areal tanam tembakau di Kabupaten Probolinggo paling dominan di wilayah timur. Tertinggi wilayah Kecamatan Krejengan, sekitar 2.086 hektare lahan sudah ditanami tembakau. Kemudian, wilayah Kotaanyar, Besuk, yang sama-sama sekitar 1.600 hektare tanaman tembakau.

Ada sejumlah faktor yang membuat petani ogah menanam tembakau tahun ini. “Tahun ini saya tidak tanam tembakau. Karena cuacanya seperti ini, masih turun hujan. Apalagi pandemi Covid-19, takutnya gudang butuh tembakau sedikit. Jadi, akhirnya sulit menjual dan harganya murah,” kata Sulis, salah satu petani tembakau asal Krejengan.

Sementara itu, Kepala DKPP (Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian) Kabupaten Probolinggo Nanang Trijoko Suhartono mengatakan, target rencana luas areal tanam tembakau di Kabupaten Probolinggo tahun ini sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Yaitu, 10.774 hektare. Namun, hingga akhir bulan ini baru terealisasi sekitar 8.984 hektare.

“Realisasi tanam tembakau sampai sekarang masih sekitar 8.984 hektare. Memang masih jauh dari target rencana luas areal,” katanya kemarin.

Nanang mengaku tidak dapat memaksakan petani untuk menanam tembakau. Banyak faktor realisasi tanam tembakau saat ini belum penuhi target. Tidak sedikit petani yang berpikir ulang tanam tembakau karena pengaruh cuaca.

Selain itu, di tengah pandemi Covid-19, ada khawatiran pada petani, gudang tembakau tidak ambil tembakau jumlah besar tahun ini. “Musim kemarau sekarang juga mundur. Mengingat, kemarin-kemarin masih turun hujan. Semoga saja di bulan Agustus petani lainnya memilih untuk tanam tembakau. Karena diperkirakan sudah memasuki puncak kemarau,” terangnya. (mas/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/