alexametrics
27.4 C
Probolinggo
Monday, 15 August 2022

Dua ABK Tersiram Air Panas di Kapal, Satu Meninggal

MAYANGAN, Radar Bromo– Dua anak buah kapal (ABK) Kapal Mesin (KM) Bayu Sentosa VI, tersiram air panas. Satu orang bahkan meninggal dunia. Peristiwa itu terjadi ketika kapal hendak menuju Perairan Arafura di Dobo, Maluku

Kedua korban yakni Rudi Hartono, 50, warga Desa Sukajadi, Kecamatan Pugung, Provinsi Lampung. Satu lagi adalah Angga Sauni, 22, dari daerah yang sama.

Karena tersiram air panas itu, Rudi mengalami luka bakar hingga 90 persen. Dia pun meninggal dua hari setelah tersiram air panas. Sementara Angga, melepuh di punggung dan kaki kanannya.

Angga saat ditemui di KM Bayu Sentosa VI bercerita, mulanya kapal dengan jumlah nakhoda serta ABK 27 orang itu hendak mencari ikan. Kapal berangkat dari Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Mayangan Selasa (22/6). Perjalanan ditempuh selama dua hari.

Jumat (24/6), kapal sudah mendekati Dobo. Saat itu pukul 00.00 dan ombak sangat besar. Sementara semua kru kapal tidur.

“Tidurnya mencari tempat masing-masing. Saya tidur di dekat tempat masak bersama almarhum. Almarhum ini sebagai koki,” terangnya.

Sebelum tidur, Rudi mengisi termos besar di kapal dengan air panas. Sebab, saat itu air panas di termos tinggal sedikit. Maksudnya agar ketika ada kru kapal hendak membuat kopi, tinggal mengambil air panas dari termos.

MAYANGAN, Radar Bromo– Dua anak buah kapal (ABK) Kapal Mesin (KM) Bayu Sentosa VI, tersiram air panas. Satu orang bahkan meninggal dunia. Peristiwa itu terjadi ketika kapal hendak menuju Perairan Arafura di Dobo, Maluku

Kedua korban yakni Rudi Hartono, 50, warga Desa Sukajadi, Kecamatan Pugung, Provinsi Lampung. Satu lagi adalah Angga Sauni, 22, dari daerah yang sama.

Karena tersiram air panas itu, Rudi mengalami luka bakar hingga 90 persen. Dia pun meninggal dua hari setelah tersiram air panas. Sementara Angga, melepuh di punggung dan kaki kanannya.

Angga saat ditemui di KM Bayu Sentosa VI bercerita, mulanya kapal dengan jumlah nakhoda serta ABK 27 orang itu hendak mencari ikan. Kapal berangkat dari Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Mayangan Selasa (22/6). Perjalanan ditempuh selama dua hari.

Jumat (24/6), kapal sudah mendekati Dobo. Saat itu pukul 00.00 dan ombak sangat besar. Sementara semua kru kapal tidur.

“Tidurnya mencari tempat masing-masing. Saya tidur di dekat tempat masak bersama almarhum. Almarhum ini sebagai koki,” terangnya.

Sebelum tidur, Rudi mengisi termos besar di kapal dengan air panas. Sebab, saat itu air panas di termos tinggal sedikit. Maksudnya agar ketika ada kru kapal hendak membuat kopi, tinggal mengambil air panas dari termos.

MOST READ

BERITA TERBARU

/