alexametrics
29.5 C
Probolinggo
Sunday, 22 May 2022

Mandi di Kolam Tamansari Kraksaan, Pemuda Tewas Tenggelam  

KRAKSAAN, Radar Bromo–Eko, 25, baru reuni dengan teman-temannya, Minggu (27/3) sore. Dia lantas mandi di kolam Desa Tamansari, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Namun, dua jam kemudian dia ditemukan meninggal.

Reuni itu dilakukan siang bersama teman-temannya di Kraksaan. Sore sekitar pukul 17.00, korban berkunjung ke pemandian kolam Tamansari dengan dua temannya.

Kolam tersebut adalah kolam alami yang dipercaya warga setempat merupakan tempat mandi tiga bidadari. Yakni , Nawang Sari, Nawang Wulan, dan Nawang Sito.

Saat awal mandi, tidak ada hal aneh sebenarnya. Semua berjalan seperti biasa. Sampai akhirnya korban tiba-tiba hilang. “Tidak lama mandi, kemudian korban hilang. Kedua temannya panik saat itu. Mereka lantas meminta bantuan warga dan warga menghubungi saya,” kata Abdul Hadi, sekretaris Desa Tamansari, Kecamatan Kraksaan, Senin (28/3).

Saat itu juga, warga bersama aparat pemdes setempat mencari korban di kolam itu. Sebab, diduga korban tenggelam saat mandi.

Kolam pemandian itu tidak begitu besar, sekitar 15 x 40 meter. Namun, karena kondisi saat itu sudah gelap, maka pencarian sempat mengalami kendala.

“Gelap di sini (di lokasi, Red), tidak ada penerangan. Warga mencari korban menggunakan cahaya dari HP. Jadi tidak maksimal,” terangnya.

Pencarian tidak hanya dilakukan dengan menyisir dan mengecek kolam. Warga juga mencari korban di pesawahan sekitar kolam. Mengingat, lokasi kolam memang berdampingan dengan sawah warga.

“Kami mencari di titik awal korban mandi. Menurut teman-temannya, korban pertama mandi di kolam bagian barat. Tapi kami cari di seluruh kolam tidak ada,” lanjutnya.

Pencarian pun terus dilanjutkan sampai sekitar 2 jam lamanya. Lalu, pukul 19.00 akhirnya tubuh korban ditemukan oleh kakaknya yang ikut mencari.

“Saya memang menghubungi Pemdes Sumberan agar menginformasikan pada keluarga korban yang hilang di sini. Datanglah keluarganya membawa senter. Mereka ikut mencari, termasuk kakak korban. Alhamdulillah korban ditemukan di kolam sebelah timur,” tuturnya.

Tubuh korban ditemukan di bagian pojok timur kolam. Posisinya berada di dasar kolam. “Tidak mengambang, ditemukan saat dipanggil-panggil oleh keluarganya. Kepercayaan warga itu, kalau ada yang hilang maka harus dipanggil terus biar ketemu. Ternyata benar-benar ketemu,” kata Abdul Hadi.

Tenggelamnya korban sempat membuat warga setempat heboh sekaligus heran. Sebab, kejadian itu adalah yang pertama kali.

Yang aneh, kedalaman kolam hanya sekitar 1 meter lebih sedikit. Tidak masuk akal bila membuat pengunjung dewasa sampai tenggelam dan meninggal. “Dalamnya hanya satu meter lebih sedikit. Apakah ini ada kaitannya dengan mistis, saya tidak tahu juga,” tuturnya.

Kapolsek Kraksaan Kompol Sujianto mengatakan, malam itu juga jenazah korban dibawa ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan untuk diperiksa. Kapolsek menegaskan, tidak benar korban dalam keadaan mabuk seperti yang viral di sejumlah media sosial.

“Dari hasil keterangan pihak kesehatan, tidak ada keterangan bahwa korban seperti itu (mabuk). Jadi itu hanya isu. Jenazah korban sudah dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan,” ujarnya. (mu/hn)

 

KRAKSAAN, Radar Bromo–Eko, 25, baru reuni dengan teman-temannya, Minggu (27/3) sore. Dia lantas mandi di kolam Desa Tamansari, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Namun, dua jam kemudian dia ditemukan meninggal.

Reuni itu dilakukan siang bersama teman-temannya di Kraksaan. Sore sekitar pukul 17.00, korban berkunjung ke pemandian kolam Tamansari dengan dua temannya.

Kolam tersebut adalah kolam alami yang dipercaya warga setempat merupakan tempat mandi tiga bidadari. Yakni , Nawang Sari, Nawang Wulan, dan Nawang Sito.

Saat awal mandi, tidak ada hal aneh sebenarnya. Semua berjalan seperti biasa. Sampai akhirnya korban tiba-tiba hilang. “Tidak lama mandi, kemudian korban hilang. Kedua temannya panik saat itu. Mereka lantas meminta bantuan warga dan warga menghubungi saya,” kata Abdul Hadi, sekretaris Desa Tamansari, Kecamatan Kraksaan, Senin (28/3).

Saat itu juga, warga bersama aparat pemdes setempat mencari korban di kolam itu. Sebab, diduga korban tenggelam saat mandi.

Kolam pemandian itu tidak begitu besar, sekitar 15 x 40 meter. Namun, karena kondisi saat itu sudah gelap, maka pencarian sempat mengalami kendala.

“Gelap di sini (di lokasi, Red), tidak ada penerangan. Warga mencari korban menggunakan cahaya dari HP. Jadi tidak maksimal,” terangnya.

Pencarian tidak hanya dilakukan dengan menyisir dan mengecek kolam. Warga juga mencari korban di pesawahan sekitar kolam. Mengingat, lokasi kolam memang berdampingan dengan sawah warga.

“Kami mencari di titik awal korban mandi. Menurut teman-temannya, korban pertama mandi di kolam bagian barat. Tapi kami cari di seluruh kolam tidak ada,” lanjutnya.

Pencarian pun terus dilanjutkan sampai sekitar 2 jam lamanya. Lalu, pukul 19.00 akhirnya tubuh korban ditemukan oleh kakaknya yang ikut mencari.

“Saya memang menghubungi Pemdes Sumberan agar menginformasikan pada keluarga korban yang hilang di sini. Datanglah keluarganya membawa senter. Mereka ikut mencari, termasuk kakak korban. Alhamdulillah korban ditemukan di kolam sebelah timur,” tuturnya.

Tubuh korban ditemukan di bagian pojok timur kolam. Posisinya berada di dasar kolam. “Tidak mengambang, ditemukan saat dipanggil-panggil oleh keluarganya. Kepercayaan warga itu, kalau ada yang hilang maka harus dipanggil terus biar ketemu. Ternyata benar-benar ketemu,” kata Abdul Hadi.

Tenggelamnya korban sempat membuat warga setempat heboh sekaligus heran. Sebab, kejadian itu adalah yang pertama kali.

Yang aneh, kedalaman kolam hanya sekitar 1 meter lebih sedikit. Tidak masuk akal bila membuat pengunjung dewasa sampai tenggelam dan meninggal. “Dalamnya hanya satu meter lebih sedikit. Apakah ini ada kaitannya dengan mistis, saya tidak tahu juga,” tuturnya.

Kapolsek Kraksaan Kompol Sujianto mengatakan, malam itu juga jenazah korban dibawa ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan untuk diperiksa. Kapolsek menegaskan, tidak benar korban dalam keadaan mabuk seperti yang viral di sejumlah media sosial.

“Dari hasil keterangan pihak kesehatan, tidak ada keterangan bahwa korban seperti itu (mabuk). Jadi itu hanya isu. Jenazah korban sudah dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan,” ujarnya. (mu/hn)

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/