alexametrics
25C
Probolinggo
Wednesday, 27 January 2021

Jon Junaedi Wakil Ketua DPRD Mangkir Lagi di Sidang Ijazah Palsu

KRAKSAAN, Radar Bromo– Sidang lanjutan kasus ijazah palsu jilid II dengan terdakwa Markus, kembali digelar Kamis (26/11). Dalam sidang kali ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Probolinggo merencanakan tiga saksi. Dari tiga, hanya satu yang hadir.

Sidang digelar pukul 13.00 dan digelar di tiga tempat. Yaitu kantor Kejari, Rutan Kelas II B Kraksaan, dan juga Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Probolinggo. Setelah dibuka, lantas saksi yang hanya satu orang itu langsung dimintai keterangan.

Saksi tersebut yakni Lukman Hakim, Ketua KPU Kabupaten Probolinggo.

“Pertanyaan pertanyaan yang diajukan sama dengan proses sidang jilid I. Yaitu proses verifikasi berkas pencalonan,” kata Lukman Hakim seusai sidang.

Daniar, Humas Kejari Kabupaten Probolinggo mengatakan, selain Ketua KPU ada dua orang lain yang rencana dihadirkan. Dua diantaranya Jon Junaedi, ketua DPC Gerindra dan Samsul Arifin Alfatoni, anggota DPRD Kabupaten Probolinggo. “Yang hadir cuma satu, untuk yang dua tidak hadir dan tanpa keterangan,” ungkap Daniar.

Lebih lanjut, pihaknya bakal menghadirkan mereka kembali dalam sidang berikutnya. Dalam persidangan yang akan datang, ada tiga saksi dan dua diantaranya adalah Jon dan Fatoni.

“(Bakal) Panggil ulang, kebetulan juga masih ada 3 saksi yang belum dipanggil. Kalau 3 kali dipanggil tidak dating, ketentuannya nanti dapat dilakukan penjemputan paksa dengan adanya penetapan hakim untuk jemput paksa,” katanya.

Sementara itu, tim penasihat hukum terdakwa Markus yakni Pradipto Atmasunu mengatakan, pihaknya kecewa dengan ketidak hadiran dua saksi tersebut. Terutama, Jon Junaedi yang nanya santer disebut dalam persidangan.

“Tentunya ya kecewa. Karena ini kan disebut terus. Bagaimana kesaksiannya di pengadilan dibutuhkan,” tuturnya.

Lebih lanjut, saat perisdangan kemarin itu pihaknya tidak mengajukan pertanyaan sama sekali. Perkaranya, saksi yang dihadirkan dianggap tidak ada korelasinya terhadap kasus tersebut. “Ya kami tidak bertanya. Karena tidak ada korelasinya,” terangnya. (sid/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU