alexametrics
25.9 C
Probolinggo
Saturday, 28 November 2020

Listrik Kerap Padam, 95 Persen Disebabkan Pohon

KRAKSAAN, Radar Bromo – Kejadian listrik padam atau mati lampu kerap terjadi saat musim hujan. Penyebabnya, menurut PLN Kraksaan, 95 persen karena jaringan listrik terganggu dengan adanya pohon yang terlalu dekat dengan jaringan.

Kepala Manajer Unit Pelayanan Pelanggan PLN Kraksaan Hendy Pranata mengatakan, ada beberapa faktor yang menyebabkan listrik padam. Terutama di daerah selatan Kabupaten Probolinggo, seperti Kecamatan Gading, Krucil, dan Tiris.

“Dalam hal ini (padam) 95 persen penyebabnya adalah pohon. Pohon yang roboh dan menyentuh jaringan kami dapat menyebabkan mati lampu. Di wilayah selatan itu pohonnya sangat berdekatan dengan jaringan,” ujarnya, kemarin.

Karenanya, pihaknya mengantisipasi dengan setiap hari mengontrol daerah selatan. “Setiap harin ada empat tim yang keliling untuk mengontrol pohon di wilayah selatan. Kalau ada pohon yang kiranya mengganggu, maka akan dipangkas,” ujarnya.

Faktor lainnya penyebab mati lampu, kata Hendi, di antaranya, senar layang-layang, hewan, dan sesuatu lain yang menyentuh jaringan PLN. Karena, apapun hal yang menyentuh jaringan listrik milik PLN, otomatis alirannya akan mati. Itu dilakukan untuk mencegah terjadinya korban jiwa.

“Seperti senar layangan, itu juga bisa menyebabkan padam. Penyebabnya karena bila ada sesuatu yang menyentuh jaringan kami, aliran listriknya akan mati. Proteksinya memang dibuat seperti itu. Ditambah lagi memang bahaya kalau alirannya masih hidup. Apalagi, ketika hujan,” jelasnya.

Di samping itu, memasuki masa pancaroba, membuat PLN harus bekerja ekstra dalam mengontrol pohon yang membahayakan jaringan. PLN juga meminta masyarakat ikhlas membiarkan pohonnya yang dekat dengan jaringan dipangkas.

“Antisipasi padam ini juga butuh dukungan dari warga pemilik kayu yang mendekati jaringan. Agar tugas kami dalam memberi pelayanan listrik bisa maksimal. Paling tidak memperbolehkan kami melakukan pengamanan jaringan saat ada pohon yang membahayakan,” ujarnya. (mu/rud)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Awal Mengeluh Greges, Nakes RSUD dr Saleh Positif Covid-19 Meninggal

Sumarsono meninggal setelah sempat dirawat selama 7 hari di RSUD dr Moh Saleh.

Hendak Parkir, Truk Tertabrak Motor di Nguling

Saat berbelok ke arah utara, sopir truk tak mengetahui ada motor melaju dari arah barat ke arah timur.

Guru Dituntut Kreatif Mengajar di Tengah Pandemi  

Di saat pandemi, tugas guru tidak hanya sebagai pengajar tapi juga pembelajar, karena harus menemukan ide kreatif agar pembelajaran tetap menyenangkan.

Kali Wrati Masih Tercemar, Dewan Soroti Pengalihan Limbah

Polemik limbah yang mencemari sungai Wrati di Kecamatan Beji belum berakhir.

Perbaikan Jalan di Kab Probolinggo Dilanjut Hingga Akhir Tahun

Adanya perbaikan tersebut tidak terlepas dari adanya perubahan anggaran (P-APBD) yang dilakukan pihak PUPR