Sehari, RSUD Waluyo Jati Bisa Uji 30 Spesimen Sampel

KRAKSAAN, Radar Bromo – PCR test RSUD Waluyo Jati Kraksaan memiliki kemampuan atau kecepatan antara 6 hingga 8 jam untuk menguji spesimen sampel swab. Dalam sehari, PCR test yang bersifat manual itu sejauh ini mampu memeriksa atau menguji 30 spesimen sampel swab.

Kepala Instalasi Laboratorium RSUD Waluyo Jati Kraksaan dr. Izzuki Muhashonah, Sp.PK mengatakan, ada sejumlah tahapan yang dilakukan sebelum spesimen sampel swab terkonfirmasi. Salah satunya tahapan ekstraksi RNA secara manual yang dilakukan di ruang ekstraksi.

“Ekstraksinya sekitar 4 hingga 6 jam yang dilanjutkan dengan pembacaan alat 2 jam. Jadi, dibutuhkan waktu antara 6-8 jam untuk hasilnya. Karena manual, dalam sehari kami bisa menguji 30 spesimen sampel swab,” jelasnya.

Menurutnya, sejauh ini meski masih masa optimasi peralatan, PCR test RSUD Waluyo Jati sudah melakukan pemeriksaan atau uji spesimen sampel swab. Jumlahnya lebih dari 50 spesimen sampel yang telah diuji. “Pemeriksaan ini untuk kebutuhan optimasi. Yakni, mengondisikan pelayanan PCR test berjalan baik, lancar, dan berhasil,” katanya.

Demi mendukung PCR test, RSUD Waluyo Jati Kraksaan telah menyiapkan 3 ruangan utama. Yakni, ruangan ekstraksi, ruangan master mix, dan ruangan PCR. Serta, menyiapkan ruangan pendukung lainnya.

Masing-masing ruangan utama itu memiliki fungsi berbeda. Ruangan ekstraksi digunakan untuk memecah RNA menjadi beberapa bagian kecil. “Dipecah menjadi bagian-bagian kecil, sehingga bisa dibaca di mesin PCR-nya,” jelasnya.

Kemudian, ruangan master mix digunakan sebagai ruang preparasi atau ruang persiapan reagen. Sementara ruang PCR digunakan sebagai tempat mesin PCR sekaligus untuk membaca hasil sampel swab yang diuji.

“Jadi, tahapannya sampel swab dibawa ke bagian penerimaan sampel swab, kemudian ke ruang ekstraksi. Dari sana hasilnya akan dicampur dengan hasil master mix di ruang master mix. Setelah itu, masuk ke ruang PCR untuk dibaca,” jelasnya. (uno/adv)