alexametrics
27.4 C
Probolinggo
Monday, 15 August 2022

Vaksinasi Sapi Terbatas, Minta Peternak Jaga Higiene Sanitasi

KRAKSAAN, Radar Bromo-Vaksinasi untuk mencegah merebaknya wabah penyakit mulut dan kaki (PMK) di Kabupaten Probolinggo juga mulai dilakukan. Namun, karena jumlahnya cukup terbatas, banyak ternak yang belum kebagian.

Untuk ternak yang belum divaksin itu, Dinas Pertanian minta agar peternak tetap menjaga higiene sanitasi ternak.

Medik Veteriner Muda pada Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo drh. Nikolas Nuryulianto mengatakan, populasi sapi di Kabupaten Probolinggo memang banyak. Namun, vaksin PMK yang dikirim bergantung pada alokasi vaksin dari kementerian kepada Pemprov Jawa Timur. Nantinya vaksin yang tersedia akan didistribusikan sampai tingkat daerah, baik kabupaten maupun kota.

“Untuk vaksin memang menyesuaikan dengan ketersediaan. Setiap daerah akan mendapatkan jatah,” ujar Niko, panggilannya.

Dalam vaksinasi pada sapi, baik sapi perah maupun sapi potong akan dilakukan secara bergantian. Sapi yang mendapatkan vaksin terlebih dahulu adalah sapi perah, karena lebih rentan terpapar PMK. Sementara sapi potong akan dilakukan di tahap berikutnya.

Menurut Niko, vaksinasi pada ternak memang sangat perlu dilakukan untuk menekan penyebaran PMK. Namun, karena jumlahnya masih terbatas, pihaknya meminta agar peternak tetap menjaga higiene sanitasi ternak dan kandang. Sambil menunggu ternaknya divaksin. Sebab, imunitas hewan tergantung dari higiene sanitasi yang dilakukan peternak. Selain itu, asupan makanan kepada ternak turut memengaruhi imunitas ternak.

Saat ini, menurutnya, petugas teknis peternakan kecamatan di lapangan sudah melakukan upaya optimal untuk memberikan terapi obat-obatan. Termasuk penyemprotan disinfektan kepada ternak. Sehingga sapi sehat tetap terjaga sampai tiba saatnya vaksinasi. Serta sapi yang terpapar bisa disembuhkan.

KRAKSAAN, Radar Bromo-Vaksinasi untuk mencegah merebaknya wabah penyakit mulut dan kaki (PMK) di Kabupaten Probolinggo juga mulai dilakukan. Namun, karena jumlahnya cukup terbatas, banyak ternak yang belum kebagian.

Untuk ternak yang belum divaksin itu, Dinas Pertanian minta agar peternak tetap menjaga higiene sanitasi ternak.

Medik Veteriner Muda pada Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo drh. Nikolas Nuryulianto mengatakan, populasi sapi di Kabupaten Probolinggo memang banyak. Namun, vaksin PMK yang dikirim bergantung pada alokasi vaksin dari kementerian kepada Pemprov Jawa Timur. Nantinya vaksin yang tersedia akan didistribusikan sampai tingkat daerah, baik kabupaten maupun kota.

“Untuk vaksin memang menyesuaikan dengan ketersediaan. Setiap daerah akan mendapatkan jatah,” ujar Niko, panggilannya.

Dalam vaksinasi pada sapi, baik sapi perah maupun sapi potong akan dilakukan secara bergantian. Sapi yang mendapatkan vaksin terlebih dahulu adalah sapi perah, karena lebih rentan terpapar PMK. Sementara sapi potong akan dilakukan di tahap berikutnya.

Menurut Niko, vaksinasi pada ternak memang sangat perlu dilakukan untuk menekan penyebaran PMK. Namun, karena jumlahnya masih terbatas, pihaknya meminta agar peternak tetap menjaga higiene sanitasi ternak dan kandang. Sambil menunggu ternaknya divaksin. Sebab, imunitas hewan tergantung dari higiene sanitasi yang dilakukan peternak. Selain itu, asupan makanan kepada ternak turut memengaruhi imunitas ternak.

Saat ini, menurutnya, petugas teknis peternakan kecamatan di lapangan sudah melakukan upaya optimal untuk memberikan terapi obat-obatan. Termasuk penyemprotan disinfektan kepada ternak. Sehingga sapi sehat tetap terjaga sampai tiba saatnya vaksinasi. Serta sapi yang terpapar bisa disembuhkan.

MOST READ

BERITA TERBARU

/