alexametrics
29.7 C
Probolinggo
Thursday, 26 May 2022

Sisir Daerah Baru untuk Genjot Produksi Budi Daya Ikan

DRINGU, Radar Bromo – Setelah penambahan pembudidaya melalui budi daya udang vaname, Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Probolinggo akan menyisir daerah baru untuk budi daya ikan. Hal tersebut dilakukan untuk mencapai target capaian budi daya ikan sejumlah 13.277 ton.

Kepala Diskan Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi melalui Kepala Bidang Perikanan Budi daya Wahid Noor Azis, menyebutkan, di tahun ini pihaknya kembali akan melakukan pengembangan pada proses budi daya. Pihaknya akan mencoba beberapa metode proses budi daya, salah satunya terhadap budi daya ikan lele menggunakan sistem Recirculating Aquaculture System (RAS).

“Harapannya pembudidaya akan lebih irit air kolam budi daya. Karena air yang masuk dalam bak menyaringan dan kemudian bisa dikembalikan ke kolam budi daya. Nantinya ini akan diterapkan pada Kecamatan Wonomerto dan Kecamatan Sumberasih, di mana para pembudidayannya di sana memang kesulitan air dan harus mengebor cukup dalam untuk memenuhi kebutuhan airnya,” ujarnya.

Pihaknya juga akan mencoba proses baru pada budi daya ikan air laut. Di mana komoditas ikan budidayanya akan diambil pada ikan kerapu. “Nantinya prosesnya sama dengan yang dilakukan pada budi daya vaname, jadi menggunakan air laut buatan di kolam buatan,” ujarnya.

Budi daya udang vaname sendiri disebutkannya cukup menguntungkan bagi para pembudidaya. Sebab perhitungan untuk budi daya udang vaname dengan sistem air laut buatan pada kolam, cukup mengurangi anggaran dan memperkecil persentase kegagalan panen.

“Biasanya dalam 1 kolam terpal jumlah tebar 5 ribu ekor per kolam dengan biaya produksi sampai panen, hitungannya kurang lebih Rp 1,5 juta dapat menghasilkan lebih kurang 50 kg. Dengan harga jual konsumsi Rp 48 ribu dan untuk umpan pancing hidup kisaran Rp 65 ribu sampai Rp 70 ribu per kilogram. Sehingga pembudidaya masih dapat keuntungan dengan melakukan udang vaname dengan masa pemeliharaan kurang lebih 3 bulan,” ujarnya. (mu/fun)

DRINGU, Radar Bromo – Setelah penambahan pembudidaya melalui budi daya udang vaname, Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Probolinggo akan menyisir daerah baru untuk budi daya ikan. Hal tersebut dilakukan untuk mencapai target capaian budi daya ikan sejumlah 13.277 ton.

Kepala Diskan Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi melalui Kepala Bidang Perikanan Budi daya Wahid Noor Azis, menyebutkan, di tahun ini pihaknya kembali akan melakukan pengembangan pada proses budi daya. Pihaknya akan mencoba beberapa metode proses budi daya, salah satunya terhadap budi daya ikan lele menggunakan sistem Recirculating Aquaculture System (RAS).

“Harapannya pembudidaya akan lebih irit air kolam budi daya. Karena air yang masuk dalam bak menyaringan dan kemudian bisa dikembalikan ke kolam budi daya. Nantinya ini akan diterapkan pada Kecamatan Wonomerto dan Kecamatan Sumberasih, di mana para pembudidayannya di sana memang kesulitan air dan harus mengebor cukup dalam untuk memenuhi kebutuhan airnya,” ujarnya.

Pihaknya juga akan mencoba proses baru pada budi daya ikan air laut. Di mana komoditas ikan budidayanya akan diambil pada ikan kerapu. “Nantinya prosesnya sama dengan yang dilakukan pada budi daya vaname, jadi menggunakan air laut buatan di kolam buatan,” ujarnya.

Budi daya udang vaname sendiri disebutkannya cukup menguntungkan bagi para pembudidaya. Sebab perhitungan untuk budi daya udang vaname dengan sistem air laut buatan pada kolam, cukup mengurangi anggaran dan memperkecil persentase kegagalan panen.

“Biasanya dalam 1 kolam terpal jumlah tebar 5 ribu ekor per kolam dengan biaya produksi sampai panen, hitungannya kurang lebih Rp 1,5 juta dapat menghasilkan lebih kurang 50 kg. Dengan harga jual konsumsi Rp 48 ribu dan untuk umpan pancing hidup kisaran Rp 65 ribu sampai Rp 70 ribu per kilogram. Sehingga pembudidaya masih dapat keuntungan dengan melakukan udang vaname dengan masa pemeliharaan kurang lebih 3 bulan,” ujarnya. (mu/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/