alexametrics
26C
Probolinggo
Friday, 23 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Reakreditasi 22 Puskesmas di Kab Probolinggo Belum Jelas

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

KRAKSAAN, Radar Bromo – Reakreditasi 22 puskesmas di Kabupaten Probolinggo, hingga kini belum ada titik terang. Sejauh ini Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, belum mendapat kejelasan soal rekreditasi.

Pelaksanaan reakreditasi dilakukan untuk perbaikan sekaligus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara berkesinambungan. Nantinya setiap puskesmas akan di nilai berdasarkan beberapa aspek. Hal itu akan menentukan status puskesmas apakah nantinya akan memiliki status yang sama ataukah naik status.

“Hingga kini masih belum ada informasi kapan reakreditasi akan dilaksanakan, namun demikian kami sudah siap,” ujar Kasi Pelayanan Kesehatan Primer Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, Mursid.

Mursid mengatakan, sebenarnya tahun ini ada 22 puskesmas yang harus direakreditasi. Dengan rincian 21 puskesmas akreditasinya sudah habis pada tahun lalu dan reakreditasi ditunda. Serta 1 puskesmas yang telah habis masa akreditasi di awal tahun. Sehingga seluruh Puskesmas yang telah habis masa reakreditasinya akan diusulkan secara bersama-sama.

“Puskesmas yang telah habis berlaku akreditasinya tahun lalu. Reeakreditasi nantinya akan dilakukan sekaligus di tahun ini,” ungkapnya.

Lanjut Mursid, sertifikat akreditasi puskesmas secara otomatis tetap berlaku sampai dengan pelaksanaan reakreditasi dilakukan. Satus akreditasi puskesmas pun sama dengan status yang sudah diperoleh pada periode sebelumnya. Pemberian layanan kesehatan kepada masyarakat pun tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Kami teus berkoordinasi dengan pihak terkait perihal pelaksanaan reakreditasi. Pembenahan dan peningkatan puskesmas di semua lini sudah kami laksanakan. Tren yang terjadi saat reakreditasi puskesmas di Kabupaten Probolinggo. Status puskesmas selalu mengalami peningkatan,” tuturnya. (ar/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

KRAKSAAN, Radar Bromo – Reakreditasi 22 puskesmas di Kabupaten Probolinggo, hingga kini belum ada titik terang. Sejauh ini Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, belum mendapat kejelasan soal rekreditasi.

Pelaksanaan reakreditasi dilakukan untuk perbaikan sekaligus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara berkesinambungan. Nantinya setiap puskesmas akan di nilai berdasarkan beberapa aspek. Hal itu akan menentukan status puskesmas apakah nantinya akan memiliki status yang sama ataukah naik status.

“Hingga kini masih belum ada informasi kapan reakreditasi akan dilaksanakan, namun demikian kami sudah siap,” ujar Kasi Pelayanan Kesehatan Primer Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, Mursid.

Mobile_AP_Half Page

Mursid mengatakan, sebenarnya tahun ini ada 22 puskesmas yang harus direakreditasi. Dengan rincian 21 puskesmas akreditasinya sudah habis pada tahun lalu dan reakreditasi ditunda. Serta 1 puskesmas yang telah habis masa akreditasi di awal tahun. Sehingga seluruh Puskesmas yang telah habis masa reakreditasinya akan diusulkan secara bersama-sama.

“Puskesmas yang telah habis berlaku akreditasinya tahun lalu. Reeakreditasi nantinya akan dilakukan sekaligus di tahun ini,” ungkapnya.

Lanjut Mursid, sertifikat akreditasi puskesmas secara otomatis tetap berlaku sampai dengan pelaksanaan reakreditasi dilakukan. Satus akreditasi puskesmas pun sama dengan status yang sudah diperoleh pada periode sebelumnya. Pemberian layanan kesehatan kepada masyarakat pun tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Kami teus berkoordinasi dengan pihak terkait perihal pelaksanaan reakreditasi. Pembenahan dan peningkatan puskesmas di semua lini sudah kami laksanakan. Tren yang terjadi saat reakreditasi puskesmas di Kabupaten Probolinggo. Status puskesmas selalu mengalami peningkatan,” tuturnya. (ar/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2