Awak Media Sesalkan Pengusiran saat Meliput Polemik Raskin Pasembon

INGIN PENJELASAN: Pertemuan awak media dan inspektorat yang digelar kemarin. Sayangnya dalam pertemuan itu, oknum inspektorat yang mengusir wartawan, tidak datang sehingga pertemuan ditunda. (Foto M Rosyidi/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

KRAKSAAN, Radar Bromo – Insiden pengusiran wartawan saat meliput mediasi di kantor Kecamatan Kotaanyar, berbuntut panjang. Pasalnya, ada pengusiran awak media oleh oknum Inspektorat saat meliput. Pengusiran itu jelas disesalkan sejumlah jurnalis di Probolinggo.

Rabu (26/2), Dinas Komunikasi Informatika, Statistik, dan Persandian (Kominfo) Kabupaten Probolinggo mencoba mencari jalan tengah. Dinas Kominfo menggelar pertemuan terhadap sejumlah jurnalis. Sayangnya, pertemuan itu tidak dihadiri Ahsanunnas, oknum Inspektorat yang melakukan pengusiran. Sehingga, pertemuan ditunda.

Pertemuan digelar di ruang pertemuan Diskominfo. Hadir dalam pertemuan Kadis Kominfo Yulius Christian dan Kepala Inspektorat Sigit Sumarsono. Selain itu, dari media hadir Sekretaris Pokja Kraksaan Faisol dan perwakilan dari Jispro Farit yang didampingi pengurus masing-masing.

Dalam kesempatan itu, Sigit -sapaan akrab kepala Inspekorat- langsung mengutarakan permohonan maafnya kepada awak media yang hadir. Menurutnya, kejadian itu merupakan “hanya” miskomunikasi.

“Saya selaku kepala instansi meminta maaf jika ada hal yang membuat teman-teman media tidak berkenan. Kejadian itu mungkin tidak sengaja,” katanya.

SEMPAT MEMANAS: Suasana mediasi di kantor Kecamatan Kotaanyar, Selasa (25/2) pagi. Saat meliut mediasi inilah terjadi pengusiran terhadap awak media. (Foto: dok Jawa Pos Radar Bromo)

 

Permohonan maaf itu langsung disambut interupsi dari Sekertaris Pokja Ahmad Faisol. Menurutnya, permohonan maaf selayaknya diajukan oleh pihak terkait, bukan orang lain. “Menurut saya, bukan Pak Inspektur (Sigit Sumarsono, Red) yang harus meminta maaf. Tetapi, ini harus dilakukan oleh yang bersangkutan,” katanya.

Faisol -sapaan akrabnya- juga berpendapat, pihaknya ingin mengetahui bagaimana seorang pejabat publik mengusir wartawan yang resmi dan tugasnya dilindungi oleh undang-undang. Maka dari itu, ia meminta untuk diadakan pertemuan ulang. Dalam pertemuan tersebut, harus menghadirkan Ahsanunnas sebagai orang yang melakukan pengusiran.

“Kami meminta yang bersangkutan dihadirkan. Nanti sekalian klarifikasi bagaimana kejadian tersebut,” terangnya.

Taufiq, jurnalis dari media elektronik yang diusir juga menyebutkan hal senada. Ia meminta pemintaan maaf secara terbuka oleh yang bersangkutan. “Kami ingin yang bersangkutan yang meminta maaf. Bukan dari orang lain,” terangnya.

Sebagai fasilitator, Yulius -sapaan akrab Kepala Dinas Kominfo- menjanjikan hari ini diadakan pertemuan ulang. Pihaknya berjanji siap menghadirkan Ahsanunnas, inspektur pembantu wilayah satu tersebut. “Besok (hari ini, Red) ketemu lagi. Kami pastikan yang bersangkutan hadir dalam kegiatan besok,” terangnya.

Konflik antara media harian dengan Inspektorat tersebut bermula lantaran wartawan yang meliput di kantor Kecamatan Kotaanyar dihalangi. Pihak Inspektorat mengusir dan memaki wartawan saat melakukan peliputan. (sid/fun)