alexametrics
25 C
Probolinggo
Thursday, 25 February 2021
Desktop_AP_Top Banner

Stok Minim, Penjualan Bawang Merah Juga Sulit karena Panen Raya

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

DRINGU, Radar Bromo – Kabupaten Probolinggo adalah salah satu daerah penghasil bawang merah. Walau begitu saat ini stok bawang merah saat ini minim. Tidak hanya itu, penjualan juga sulit, lantaran beberapa wilayah mulai melakukan panen.

Tilik saja di pasar bawang Dringu. Saat ini stok bawang merah yang ada di pasar ini hanya 27 ton. Jumlah ini sangat jauh jika dibandingkan pada saat musim panen yang angkanya ratusan ton per hari.

“Saat ini stok bawang sedikit, ada sekitar 27 ton di gudang pasar. Dari 27 ton itu, sedikitnya 3 ton sisa stok yang tidak keluar, atau tidak terjual kemarin (Senin, 25/1, Red). Pada Juli-Agustus, stok bawang bisa sampai 250 ton,” ujar Sutaman, Kepala UPT pasar bawang Dringu, saat ditemui Selasa (26/1).

Sutaman menjelaskan, sedikitnya stok bawang itu disebabkan beberapa faktor. Salah satunya adalah minimnya jumlah petani yang menanam bawang pada saat musim hujan. Banyak lahan pertanian yang beralih fungsi kepada varietas tanam lain, misal pada padi.

Meski stok sedikit, Sutaman melanjutkan, saat ini para penjual bawang juga mengalami kesulitan pemasaran. Hal tersebut tidak terlepas dari adanya panen yang mulai dilakukan di beberapa wilayah. Hal ini menyebabkan pembeli dari luar daerah tidak ada. Alhasil, tidak ada pengiriman keluar kota.

“Seperti Sulawesi, Bojonegoro, Ngajuk, Brebes, Demak, Blitar dan Kediri saat ini panen. Jadi kebutuhan bawang merah di daerah luar mulai terpenuhi. Biasanya daerah tersebut menjadi tujuan pengiriman bawang dari Probolinggo. Misal seperti Papua kemarin saya hubungi, ternyata ngambil bawangnya ke Sulawesi. Sebab di sana sudah mulai masa panen,” ujarnya.

Sementara itu, untuk harga bawnag sendiri saat ini mengalami penurunan. Harga bawang kecil ada pada Rp 7.000–8.000, bawang yang tanggung kecil Rp 9.000 –11.000, bawang yang tanggung besar Rp 14.000–15.000, dan harga bawang yang besar Rp 18.000 -20.000.

“Harganya anjlok, sebelumya harga ada di atas itu. Harga ini di luar daerah masih terlampau mahal. Sebab misal Papua yang membeli bawang ke Sulawesi itu mendapatkan harga bawang di bawah dari harga tersebut,” ujarnya. (mu/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

DRINGU, Radar Bromo – Kabupaten Probolinggo adalah salah satu daerah penghasil bawang merah. Walau begitu saat ini stok bawang merah saat ini minim. Tidak hanya itu, penjualan juga sulit, lantaran beberapa wilayah mulai melakukan panen.

Tilik saja di pasar bawang Dringu. Saat ini stok bawang merah yang ada di pasar ini hanya 27 ton. Jumlah ini sangat jauh jika dibandingkan pada saat musim panen yang angkanya ratusan ton per hari.

“Saat ini stok bawang sedikit, ada sekitar 27 ton di gudang pasar. Dari 27 ton itu, sedikitnya 3 ton sisa stok yang tidak keluar, atau tidak terjual kemarin (Senin, 25/1, Red). Pada Juli-Agustus, stok bawang bisa sampai 250 ton,” ujar Sutaman, Kepala UPT pasar bawang Dringu, saat ditemui Selasa (26/1).

Mobile_AP_Half Page

Sutaman menjelaskan, sedikitnya stok bawang itu disebabkan beberapa faktor. Salah satunya adalah minimnya jumlah petani yang menanam bawang pada saat musim hujan. Banyak lahan pertanian yang beralih fungsi kepada varietas tanam lain, misal pada padi.

Meski stok sedikit, Sutaman melanjutkan, saat ini para penjual bawang juga mengalami kesulitan pemasaran. Hal tersebut tidak terlepas dari adanya panen yang mulai dilakukan di beberapa wilayah. Hal ini menyebabkan pembeli dari luar daerah tidak ada. Alhasil, tidak ada pengiriman keluar kota.

“Seperti Sulawesi, Bojonegoro, Ngajuk, Brebes, Demak, Blitar dan Kediri saat ini panen. Jadi kebutuhan bawang merah di daerah luar mulai terpenuhi. Biasanya daerah tersebut menjadi tujuan pengiriman bawang dari Probolinggo. Misal seperti Papua kemarin saya hubungi, ternyata ngambil bawangnya ke Sulawesi. Sebab di sana sudah mulai masa panen,” ujarnya.

Sementara itu, untuk harga bawnag sendiri saat ini mengalami penurunan. Harga bawang kecil ada pada Rp 7.000–8.000, bawang yang tanggung kecil Rp 9.000 –11.000, bawang yang tanggung besar Rp 14.000–15.000, dan harga bawang yang besar Rp 18.000 -20.000.

“Harganya anjlok, sebelumya harga ada di atas itu. Harga ini di luar daerah masih terlampau mahal. Sebab misal Papua yang membeli bawang ke Sulawesi itu mendapatkan harga bawang di bawah dari harga tersebut,” ujarnya. (mu/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2