alexametrics
25 C
Probolinggo
Thursday, 25 February 2021
Desktop_AP_Top Banner

Pilkades Serentak Tahap 1 Digelontor Rp 4,6 M, Tahap 2 Rp 17 M

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

DRINGU, Radar Bromo – Tahun ini bakal digelar pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di 314 desa se-Kabupaten Probolinggo. Gelombang pertama 62 desa dan gelombang kedua 252 desa. Untuk terlaksana pesta demokrasi tingkat desa itu, Pemkab Probolinggo menyiapkan alokasi anggaran tidak sedikit. Dana mencapai sekitar Rp 21,7 miliar harus disiapkan.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, alokasi anggaran untuk pilkades serentak gelombang pertama hanya sekitar Rp 4,6 miliar. Selebihnya, sekitar Rp 17 miliar untuk pilkades serentak gelombang kedua di 252 desa.

”Untuk pilkades serentak gelombang pertama sudah ditentukan tanggal 2 Mei mendatang. Tetapi untuk pilkades gelombang kedua baru diperkirakan sekitar bulan Oktober,” katanya Edy Suyanto, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Probolinggo pada Jawa Pos Radar Bromo, Selasa (26/1).

Edy mengungkapkan, anggaran yang disiapkan pemkab untuk pilkades serentak total sekitar Rp 2,17 miliar. Dengan rincian alokasi anggaran sekitar Rp 4,6 miliar untuk pilkades gelombang pertama dan selebihnya pilkades gelombang kedua. Diprioritaskan 62 desa lebih dulu, karena terdapat kekosongan jabatan kepala desa (kades) sejak tahun lalu, dampak penundaan pilkades tahun kemarin akibat pandemi Covid-19.

”Untuk saat ini, jabatan kepala desa di 62 itu dijabat oleh Pejabat Kades atau Pj Kades,” terangnya.

Sesuai Permendagri 73 Tahun 2020, tentang pilkades aman Covid-19, lanjut Edy, pelaksanaan pilkades tidak hanya dibiayai sumber dana APBD. Tetapi juga didukung oleh APBDes. Mengingat, ada aturan pilkades di tengah pandemi Covid-19, tiap TPS maksimal hanya 500 pemilih. Sehingga, dapat dipastikan satu desa membutuhkan beberapa TPS.

”Nanti pelaksanaan pilkades dibiayai oleh APBD dan dibantu oleh APBDes,” ujarnya. (mas/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

DRINGU, Radar Bromo – Tahun ini bakal digelar pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di 314 desa se-Kabupaten Probolinggo. Gelombang pertama 62 desa dan gelombang kedua 252 desa. Untuk terlaksana pesta demokrasi tingkat desa itu, Pemkab Probolinggo menyiapkan alokasi anggaran tidak sedikit. Dana mencapai sekitar Rp 21,7 miliar harus disiapkan.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, alokasi anggaran untuk pilkades serentak gelombang pertama hanya sekitar Rp 4,6 miliar. Selebihnya, sekitar Rp 17 miliar untuk pilkades serentak gelombang kedua di 252 desa.

”Untuk pilkades serentak gelombang pertama sudah ditentukan tanggal 2 Mei mendatang. Tetapi untuk pilkades gelombang kedua baru diperkirakan sekitar bulan Oktober,” katanya Edy Suyanto, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Probolinggo pada Jawa Pos Radar Bromo, Selasa (26/1).

Mobile_AP_Half Page

Edy mengungkapkan, anggaran yang disiapkan pemkab untuk pilkades serentak total sekitar Rp 2,17 miliar. Dengan rincian alokasi anggaran sekitar Rp 4,6 miliar untuk pilkades gelombang pertama dan selebihnya pilkades gelombang kedua. Diprioritaskan 62 desa lebih dulu, karena terdapat kekosongan jabatan kepala desa (kades) sejak tahun lalu, dampak penundaan pilkades tahun kemarin akibat pandemi Covid-19.

”Untuk saat ini, jabatan kepala desa di 62 itu dijabat oleh Pejabat Kades atau Pj Kades,” terangnya.

Sesuai Permendagri 73 Tahun 2020, tentang pilkades aman Covid-19, lanjut Edy, pelaksanaan pilkades tidak hanya dibiayai sumber dana APBD. Tetapi juga didukung oleh APBDes. Mengingat, ada aturan pilkades di tengah pandemi Covid-19, tiap TPS maksimal hanya 500 pemilih. Sehingga, dapat dipastikan satu desa membutuhkan beberapa TPS.

”Nanti pelaksanaan pilkades dibiayai oleh APBD dan dibantu oleh APBDes,” ujarnya. (mas/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2