alexametrics
30.7 C
Probolinggo
Thursday, 30 June 2022

Gedung PMI Kab Probolinggo Belum Dihibahkan karena Tunggu Ini

KRAKSAAN, Radar Bromo – Gedung Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Probolinggo telah rampung dibangun. Gedung yang berlokasi di Desa Sumberlele, Kecamatan Kraksaan dibangun di atas lahan aset milik Pemkab Probolinggo. Sejauh ini gedung belum juga digunakan. Pasalnya masih ada beberapa tahapan yang harus dilalui sebelum dihibahkan.

Kasubbid Penilaian, Penelusuran, Pemindahtanganan dan Penghapusan Aset di Bagian Keuangan Kesekretariatan Kabupaten Probolinggo, Yan Rudi Purwato mengatakan, gedung tersebut masih menjadi aset Pemkab Probolinggo. “Pembangunan rampung masih ada proses pencatatan aset milik Pemkab. Nah, untuk sampai tahap penghibahan masih perlu melalui beberapa tahapan,” katanya.

Proses penghibahan usai dibangun dapat dilakukan paling cepat tiga bulan setelah pemenuhan syarat administrasi. Syarat administrasi ada beberapa macam, sehingga setiap tahapan membutuhkan waktu yang cukup panjang.

“Ada tahapan yang harus dilalui, namun sambil berproses yang jelas saat ini masih tetap jadi aset Pemkab,” ujarnya.

Disinggung terkait dengan perawatan yang dilakukan pasca pembangunan masih menjadi kewenangan pemkab. Dalam periode tertentu akan dilakukan pengecekan kondisi dan kebersihan bangunan agar tetap kokoh dan terawat. “Sudah ada yang bertugas merawat, ini akan dilakukan sampai bangunan dihibahkan kepada PMI,” ujar Rudi.

Sebagai informasi gedung PMI Kabupaten Probolinggo berada satu kompleks dengan RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Rencananya, gedung lama itu akan dialihfungsikan untuk perluasan RSUD. Sebagai gantinya, Pemkab Probolinggo membangun gedung baru untuk PMI. Gedung PMI yang telah rampung ini sedianya akan digunakan untuk Markas PMI dan Unit Transfusi Darah. (ar/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Gedung Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Probolinggo telah rampung dibangun. Gedung yang berlokasi di Desa Sumberlele, Kecamatan Kraksaan dibangun di atas lahan aset milik Pemkab Probolinggo. Sejauh ini gedung belum juga digunakan. Pasalnya masih ada beberapa tahapan yang harus dilalui sebelum dihibahkan.

Kasubbid Penilaian, Penelusuran, Pemindahtanganan dan Penghapusan Aset di Bagian Keuangan Kesekretariatan Kabupaten Probolinggo, Yan Rudi Purwato mengatakan, gedung tersebut masih menjadi aset Pemkab Probolinggo. “Pembangunan rampung masih ada proses pencatatan aset milik Pemkab. Nah, untuk sampai tahap penghibahan masih perlu melalui beberapa tahapan,” katanya.

Proses penghibahan usai dibangun dapat dilakukan paling cepat tiga bulan setelah pemenuhan syarat administrasi. Syarat administrasi ada beberapa macam, sehingga setiap tahapan membutuhkan waktu yang cukup panjang.

“Ada tahapan yang harus dilalui, namun sambil berproses yang jelas saat ini masih tetap jadi aset Pemkab,” ujarnya.

Disinggung terkait dengan perawatan yang dilakukan pasca pembangunan masih menjadi kewenangan pemkab. Dalam periode tertentu akan dilakukan pengecekan kondisi dan kebersihan bangunan agar tetap kokoh dan terawat. “Sudah ada yang bertugas merawat, ini akan dilakukan sampai bangunan dihibahkan kepada PMI,” ujar Rudi.

Sebagai informasi gedung PMI Kabupaten Probolinggo berada satu kompleks dengan RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Rencananya, gedung lama itu akan dialihfungsikan untuk perluasan RSUD. Sebagai gantinya, Pemkab Probolinggo membangun gedung baru untuk PMI. Gedung PMI yang telah rampung ini sedianya akan digunakan untuk Markas PMI dan Unit Transfusi Darah. (ar/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/