alexametrics
25C
Probolinggo
Sunday, 17 January 2021

Belum Signifikan, Pasar Online di Kab Probolinggo Terus Dikaji

KRAKSAAN,Radar Bromo – Upaya mengejar target retribusi pasar terus dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo. Salah satunya dengan memfasilitasi pedagang melalui penjualan online dilakukan. Namun, hingga saat ini masih terus dikaji.

Plt Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo Taufik Alami mengatakan, sejauh ini konsumen yang memanfaatkan penjualan online semakin banyak. Sebab, sebelumnya telah dilakukan sosialisasi sekaligus promosi.

“Sudah ada kenaikan pengguna layanan. Sehari rata-rata bisa melayani konsumen sampai 20 orang. Awalnya sehari hanya 5 orang,” ujarnya.

Tetapi, jumlah pengguna layanan online ini dirasa masih kurang maksimal. Pasalnya, fasilitas ini merupakan hal baru. Memerlukan penyesuaian kepada pedagang, utamanya pedagang tradisional yang belum melek teknologi, sehingga belum paham cara menggunakannya.

Selain itu, masih banyak konsumen yang masih bingung cara untuk memanfaatkan fasilitas ini. “Layanan penjualan online ini sebetulnya merupakan penghubung antara penjual dan pembeli. Pedagang sebagai penyedia barang dan pengelola pasar yang memfasilitasi pengiriman. Jika ada tenaga yang akan mengirim sendiri juga diperbolehkan,” katanya.

Taufik menjelaskan, upaya ini merupakan tindak lanjut dari keluhan pedagang yang omzetnya menurun akibat menurunnya jumlah pembeli. Semua itu, karena adanya pandemi Covid-19. Di sisi lain, retribusi pedagang pasar mulai ditarik kembali pasca normalnya jam operasional pasar yang sebelumnya dibatasi.

“Namanya juga upaya, kalau tujuannya baik, harus terus dilakukan. Kami terus lakukan kajian serta evaluasi agar upaya meningkatkan omzet pedagang bisa lebih baik. Naiknya omzet juga berpengaruh pada kemampuan bayar retribusi pasar,” ujar Taufik. (ar/rud/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU