alexametrics
24.5 C
Probolinggo
Friday, 27 May 2022

Pilkades Serentak Tahap Kedua di Kab Probolinggo Butuh Rp 27,4 Miliar

DRINGU, Radar Bromo – Pilkades serentak tahap kedua di 253 desa di Kabupaten Probolinggo tahun depan, menelan anggaran sangat besar. Pemkab Probolinggo harus menyiapkan anggaran Rp 27,493 miliar untuk merealisasikannya. Rencananya, anggaran itu dialokasikan melalui APBD 2022.

Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Probolinggo Dewi Korina melalui Kabid Anggaran Jurianto mengatakan, anggaran pilkades itu bersumber dari APBD Kabupaten Probolinggo dan bantuan keuangan khusus untuk desa (APBN). Dipastikan, kebutuhan anggaran itu dialokasikan melalui APBD 2022. Sehingga di awal tahun 2022, anggaran sudah bisa digunakan.

”Di awal tahun 2022 itu, kami bisa menggunakan dana Silpa 2021 untuk anggaran pilkades 2022. Jadi, dipastikan untuk anggaran siap di awal tahun 2022,” katanya.

Selain itu, sebagian anggaran dialokasikan di anggaran desa tahun 2021. Namun, karena pilkades ditunda tahun 2022, maka anggaran di desa itu masuk Silpa desa. Selanjutnya, anggaran itu bisa digunakan di tahun 2022.

Dilanjutkan Jurianto, sejatinya dana pilkades sudah dianggarkan di APBD 2021. Karena, Pilkades serentak tahap kedua memang direncanakan digelar tahun ini.

DRINGU, Radar Bromo – Pilkades serentak tahap kedua di 253 desa di Kabupaten Probolinggo tahun depan, menelan anggaran sangat besar. Pemkab Probolinggo harus menyiapkan anggaran Rp 27,493 miliar untuk merealisasikannya. Rencananya, anggaran itu dialokasikan melalui APBD 2022.

Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Probolinggo Dewi Korina melalui Kabid Anggaran Jurianto mengatakan, anggaran pilkades itu bersumber dari APBD Kabupaten Probolinggo dan bantuan keuangan khusus untuk desa (APBN). Dipastikan, kebutuhan anggaran itu dialokasikan melalui APBD 2022. Sehingga di awal tahun 2022, anggaran sudah bisa digunakan.

”Di awal tahun 2022 itu, kami bisa menggunakan dana Silpa 2021 untuk anggaran pilkades 2022. Jadi, dipastikan untuk anggaran siap di awal tahun 2022,” katanya.

Selain itu, sebagian anggaran dialokasikan di anggaran desa tahun 2021. Namun, karena pilkades ditunda tahun 2022, maka anggaran di desa itu masuk Silpa desa. Selanjutnya, anggaran itu bisa digunakan di tahun 2022.

Dilanjutkan Jurianto, sejatinya dana pilkades sudah dianggarkan di APBD 2021. Karena, Pilkades serentak tahap kedua memang direncanakan digelar tahun ini.

MOST READ

BERITA TERBARU

/