alexametrics
26.4 C
Probolinggo
Tuesday, 17 May 2022

Ini Poin-Poin Pinjaman Pemkab Probolinggo ke PT SMI

KRAKSAAN, Radar Bromo – Pengajuan pinjaman dana Pemkab Probolinggo kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), terus bergulir. Bahkan, tinggal menunggu penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU). Sesuai kontrak pengajuan, dana ini bisa digunakan hingga tahun depan. Namun, pengerjaan proyeknya dibatasi hanya sampai Maret 2022.

Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Probolinggo Dewi Korina mengaku, beberapa hari lalu telah berkoordinasi dengan PT SMI. Pengajuan pinjaman sekitar Rp 128 miliar, dipastikan tidak ada masalah. Kini, hanya tinggal finalisasi identifikasi berkas.

“Alhamdulillah, pengajuan dana pinjaman sudah dalam proses. Tinggal pelaksanaan MoU-nya,” ujarnya, kemarin (25/6).

Setelah MoU, kata Dewi, dana pinjaman itu bisa dicairkan di awal atau sebagai uang muka sebesar 25 persen dari dana pinjaman. Sisanya baru bisa diajukan saat proyek rampung. Karenanya, dalam pengajuannya lengkap dengan rencana kegiatannya.

Demi mengaku optimistis kegiatan pembangunan fisik yang diajukan dengan dana pinjaman tidak ada yang tertunda. “Dana pinjaman itu bisa dipakai hingga tahun 2022. Tapi, dibatasi hingga Maret sesuai draf pengajuannya. Jadi, semua pengerjaan kegiatan yang bersumber dari dana pinjaman itu batas maksimal penyelesaian Maret 2022,” jelasnya.

Dana pinjaman ini, kata Dewi, harus dikembalikan dalam jangka waktu 3 tahun secara bertahap. Berbeda dengan dana pinjaman tahun lalu, saat ini bunganya 5,3 persen untuk jangka waktu 3 tahun. Dengan pinjaman sekitar Rp 128 miliar, bunga yang harus dibayar sekitar Rp 6,7 miliar. (mas/rud)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Pengajuan pinjaman dana Pemkab Probolinggo kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), terus bergulir. Bahkan, tinggal menunggu penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU). Sesuai kontrak pengajuan, dana ini bisa digunakan hingga tahun depan. Namun, pengerjaan proyeknya dibatasi hanya sampai Maret 2022.

Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Probolinggo Dewi Korina mengaku, beberapa hari lalu telah berkoordinasi dengan PT SMI. Pengajuan pinjaman sekitar Rp 128 miliar, dipastikan tidak ada masalah. Kini, hanya tinggal finalisasi identifikasi berkas.

“Alhamdulillah, pengajuan dana pinjaman sudah dalam proses. Tinggal pelaksanaan MoU-nya,” ujarnya, kemarin (25/6).

Setelah MoU, kata Dewi, dana pinjaman itu bisa dicairkan di awal atau sebagai uang muka sebesar 25 persen dari dana pinjaman. Sisanya baru bisa diajukan saat proyek rampung. Karenanya, dalam pengajuannya lengkap dengan rencana kegiatannya.

Demi mengaku optimistis kegiatan pembangunan fisik yang diajukan dengan dana pinjaman tidak ada yang tertunda. “Dana pinjaman itu bisa dipakai hingga tahun 2022. Tapi, dibatasi hingga Maret sesuai draf pengajuannya. Jadi, semua pengerjaan kegiatan yang bersumber dari dana pinjaman itu batas maksimal penyelesaian Maret 2022,” jelasnya.

Dana pinjaman ini, kata Dewi, harus dikembalikan dalam jangka waktu 3 tahun secara bertahap. Berbeda dengan dana pinjaman tahun lalu, saat ini bunganya 5,3 persen untuk jangka waktu 3 tahun. Dengan pinjaman sekitar Rp 128 miliar, bunga yang harus dibayar sekitar Rp 6,7 miliar. (mas/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/