alexametrics
25 C
Probolinggo
Sunday, 3 July 2022

Jalan di Sentong Macet usai Pohon Asam Tumbang

KRAKSAAN, Radar Bromo – Prediksi cuaca ekstrem yang masih terjadi benar adanya. Selain gelombang tinggi di perairan, hujan deras disertai angin masih berpotensi terjadi. Kamis (26/5) siang misalnya. Hujan yang turun juga merobohkan pohon di tepi jalan Desa Sentong, Kecamatan Krejengan.

Nanang salah satu pengendara mobil asal Kecamatan Krejengan mengatakan, kejadian pohon tumbang tersebut sekitar pukul 10.30. Saat itu kondisi cuaca sedang hujan.

“Yang roboh pohon asam di tepi jalan, berukuran cukup besar. Sehingga, misal di pindah di angkat ya tidak bisa. Harus pakai gergaji mesin,” ujarnya.

Nanang menyebutkan, tumbangnya pohon tersebut di sebabkan usai hujan dan angin kencang yang menerpa wilayah setempat. “Lagi kondisi pohon sudah tua. Beruntung tidak ada pengendara yang melintas. Kalau ada, bisa celaka. Beruntung lagi tidak sampai merusak warung di sebelah Barat,” bebernya.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, sampai pukul 11.00 proses evakuasi masih terus di lakukan oleh masyarakat dan pihak kepolisian. Akibatnya kendaraan yang mengular cukup panjang.

Petugas Sentra Pelayanan Terpadu Polsek Krejengan Bripka Erfan mengatakan, pihaknya bersama warga melakukan proses evakuasi pohon tumbang tersebut. Evakuasi sempat tersendat karena dilakukan dengan manual.

“Setelah itu, ada warga yang membawa gergaji mesin. Alhamdulillah dapat segara dievakuasi. Dan arus lalu lintas kembali lancar,” jelasnya. (mu/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Prediksi cuaca ekstrem yang masih terjadi benar adanya. Selain gelombang tinggi di perairan, hujan deras disertai angin masih berpotensi terjadi. Kamis (26/5) siang misalnya. Hujan yang turun juga merobohkan pohon di tepi jalan Desa Sentong, Kecamatan Krejengan.

Nanang salah satu pengendara mobil asal Kecamatan Krejengan mengatakan, kejadian pohon tumbang tersebut sekitar pukul 10.30. Saat itu kondisi cuaca sedang hujan.

“Yang roboh pohon asam di tepi jalan, berukuran cukup besar. Sehingga, misal di pindah di angkat ya tidak bisa. Harus pakai gergaji mesin,” ujarnya.

Nanang menyebutkan, tumbangnya pohon tersebut di sebabkan usai hujan dan angin kencang yang menerpa wilayah setempat. “Lagi kondisi pohon sudah tua. Beruntung tidak ada pengendara yang melintas. Kalau ada, bisa celaka. Beruntung lagi tidak sampai merusak warung di sebelah Barat,” bebernya.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, sampai pukul 11.00 proses evakuasi masih terus di lakukan oleh masyarakat dan pihak kepolisian. Akibatnya kendaraan yang mengular cukup panjang.

Petugas Sentra Pelayanan Terpadu Polsek Krejengan Bripka Erfan mengatakan, pihaknya bersama warga melakukan proses evakuasi pohon tumbang tersebut. Evakuasi sempat tersendat karena dilakukan dengan manual.

“Setelah itu, ada warga yang membawa gergaji mesin. Alhamdulillah dapat segara dievakuasi. Dan arus lalu lintas kembali lancar,” jelasnya. (mu/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/