Sejak Maret, Tidak Ada Pemeliharaan Jalan di Kab Probolinggo

KRAKSAAN, Radar Bromo – Bukan hanya pengerjaan proyek jalan baru yang harus ditunda setelah ada pergeseran anggaran. Perbaikan pemeliharaan jalan daerah yang biasanya dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Probolinggo, juga ada yang belum bisa dikerjakan. Bahkan, sejak awal Maret, sudah tidak ada lagi pemeliharaan jalan yang dilakukan.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Jalan dan Sumber Daya Air pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Probolinggo Ria Lutfi Diarini mengatakan, berhentinya pengerjaan proyek pemeliharaan jalan memang sudah terjadi sejak satu setengah bulan lalu. “Sejak awal Maret memang sudah tidak ada pengerjaan. Hal itu imbas dari pandemi korona yang melanda beberapa bulan terakhir. Ini karena dana-dana kebanyakan untuk penanganan Covid-19,” ujarnya saat ditemui Senin (11/5).

Ria –saapaan- akrabnya juga mengatakan, pergeseran anggaran yang kemudian di peruntukan untuk penanganan Covid-19, sudah dilakukan sampai 5 kali. Sehingga, untuk melakukan pengerjaan proyek seperti biasanya, pihaknya masih menunggu kepastian anggaran.

“Kemungkinan akan ada pergeseran lagi bila anggaran yang ada memang dibutuhkan untuk penanganan Covid-19 oleh pemerintah. Penanganan Covid-19 memang menjadi prioritas, sebab ini menyangkut nyawa dan kemanusiaan,” ujarnya.

Dana pemeliharan pada tahun ini sebelumnya sudah dialokasikan Rp 1,5 miliar. Namun, dana tersbut masih belum dilakukan lelang proyek. Sehingga, sejak pada awal Maret lalu pengerjaan jalan yang bisa dilakukan hanya berupa pemeliharaan kecil.

“Masih menunggu Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) yang baru. Sehingga, pengerjaan proyek jalan tidak dilakukan. Virus korona ini berdampak pada semua bidang yang besinggungan dengan masyarakat. Harapan kami, virus korona bisa segera pergi sehingga pekerjaan yang seharusnya berjalan dapat dilaksanakan sesuai fungsi dan manfaatnya,” ujarnya. (mg1/fun)