alexametrics
30.5 C
Probolinggo
Sunday, 3 July 2022

Petakan Wilayah Kekeringan di Kab Probolinggo, Ini di Antaranya

PROBOLINGGO, Radar Bromo – Curah hujan yang mengguyur Kabupaten Probolinggo mulai berkurang. Hal ini menandakan pergantian musim kemarau. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo mulai memetakan wilayah potensi bencana kekeringan.

Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Probolinggo, Aries Setyawan mengatakan, jika musim kemarau ada beberapa potensi bencana yang dapat terjadi. Namun bencana kekeringan dampak musim kemarau menjadi perhatian serius dan perlu dilakukan upaya penanganan sesegera mungkin. Sebab dampak kekeringan dapat dirasakan oleh masyarakat luas.

“Cuaca memang sudah lebih panas dari sebelumnya. Curah hujan juga sudah berkurang. Kondisi seperti ini menandakan akan masuk musim kemarau. Karenanya kami sudah mewaspadai potensi bencana kekeringan,” kata Aries.

Menurutnya BPBD telah memetakan potensi kekeringan di beberapa wilayah. Di antaranya Kecamatan Kuripan meliputi Desa Wonoasri, Jatisari dan Kedawung; Kecamatan Tiris di Desa Tulupari; Kecamatan Banyuanyar di Desa Gununggeni.

Selanjutnya Kecamatan Tegalsiwalan meliputi Desa Tegalsono, Bulujaran Kidul, dan Bulujaran Lor; Kecamatan Lumbang meliputi Desa Lumbang, Tandonsentul dan Purut; Kecamatan Wonomerto meliputi Desa Sepuhgembol, Pohsangit Lor, Pohsangit Ngisor, dan Sumberkare; Kecamatan Tongas meliputi Desa Sumberkramat, dan Sumberejo.

“Ada 7 wilayah yang kami waspadai memiliki dampak terparah akibat kemarau. Meskipun sifatnya dinamis tetap kami pantau,” ungkapnya.

Pemetaan wilayah tersebut bukan tanpa alasan, hal ini didasarkan pada data pengiriman air bersih dan pemantauan kondisi dilapangan yang dilakukan oleh TRC. Karena itu saat masuk musim kemarau, wilayah yang sudah dipetakan teris dipantau dan segera didropping air bersih apabila mulai kesulitan pemenuhan air bersih.

“Biasanya jika sudah mulai terdampak, ketersediaan air bersih mulai sedikit. Selanjutnya kami dropping air untuk mencukupi kebutuhan air bersih,” pungkasnya. (ar/fun)

PROBOLINGGO, Radar Bromo – Curah hujan yang mengguyur Kabupaten Probolinggo mulai berkurang. Hal ini menandakan pergantian musim kemarau. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo mulai memetakan wilayah potensi bencana kekeringan.

Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Probolinggo, Aries Setyawan mengatakan, jika musim kemarau ada beberapa potensi bencana yang dapat terjadi. Namun bencana kekeringan dampak musim kemarau menjadi perhatian serius dan perlu dilakukan upaya penanganan sesegera mungkin. Sebab dampak kekeringan dapat dirasakan oleh masyarakat luas.

“Cuaca memang sudah lebih panas dari sebelumnya. Curah hujan juga sudah berkurang. Kondisi seperti ini menandakan akan masuk musim kemarau. Karenanya kami sudah mewaspadai potensi bencana kekeringan,” kata Aries.

Menurutnya BPBD telah memetakan potensi kekeringan di beberapa wilayah. Di antaranya Kecamatan Kuripan meliputi Desa Wonoasri, Jatisari dan Kedawung; Kecamatan Tiris di Desa Tulupari; Kecamatan Banyuanyar di Desa Gununggeni.

Selanjutnya Kecamatan Tegalsiwalan meliputi Desa Tegalsono, Bulujaran Kidul, dan Bulujaran Lor; Kecamatan Lumbang meliputi Desa Lumbang, Tandonsentul dan Purut; Kecamatan Wonomerto meliputi Desa Sepuhgembol, Pohsangit Lor, Pohsangit Ngisor, dan Sumberkare; Kecamatan Tongas meliputi Desa Sumberkramat, dan Sumberejo.

“Ada 7 wilayah yang kami waspadai memiliki dampak terparah akibat kemarau. Meskipun sifatnya dinamis tetap kami pantau,” ungkapnya.

Pemetaan wilayah tersebut bukan tanpa alasan, hal ini didasarkan pada data pengiriman air bersih dan pemantauan kondisi dilapangan yang dilakukan oleh TRC. Karena itu saat masuk musim kemarau, wilayah yang sudah dipetakan teris dipantau dan segera didropping air bersih apabila mulai kesulitan pemenuhan air bersih.

“Biasanya jika sudah mulai terdampak, ketersediaan air bersih mulai sedikit. Selanjutnya kami dropping air untuk mencukupi kebutuhan air bersih,” pungkasnya. (ar/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/