alexametrics
24 C
Probolinggo
Sunday, 28 February 2021
Desktop_AP_Top Banner

Tersangka ASN yang Hamili Keponakan Dijerat Satu Pasal

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

KRAKSAAN, Radar Bromo ­ Kasus dugaan S yang menyetubuhi keponakan sendiri hingga hamil, memasuki babak baru. Akhir pekan kemarin, penyidik unit PPA Polres Probolinggo telah melimpahkan berkas lelaki yang tercatat sebagai ASN Kecamatan Sumber Kabupaten Probolinggo tersebut, ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Probolinggo. Tersangka S, dikenai pasal 76 D Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014, tentang perlindungan anak.

Kapolres Probolinggo AKBP Ferdy Irawan melalui Kasatreskrim AKP Rizki Santoso saat dikonfirmasi mengatakan, proses penyidikan kasus dugaan setubuhi anak dibawah umur dengan tersangka S, dipastikan lanjut. Pihaknya, akhir pekan lalu telah melimpahkan berkas (tahap I) ke Kejari Kabupaten Probolinggo.

”Sudah kami limpahkan berkas itu Jumat (22/1) lalu. Kami pastikan proses penyidikan itu lanjut. Sekarang sudah tahap satu,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo, Senin (25/1).

ASN Kecamatan Sumber Jadi Tersangka Hamili Keponakan Sendiri

Kasat menegaskan, dalam berkas yang telah dilimpahkan ke kejaksaan, tersangka S dikenakan pasal 76 D Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014, tentang perlindungan anak. Ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara. ”Iya dikenakan satu pasal saja,” ujarnya.

Saat ini, lanjut Kasatreskrim, pihaknya tengah menunggu hasil pemeriksaan berkas oleh kejaksaan. Nantinya, petunjuk dari kejaksaan akan menjadi modal untuk tahap berikutnya. ”Sekarang tunggu petunjuk jaksa. Apakah berkas itu dinyatakan lengkap atau dikembalikan untuk diperbaiki,” terangnya.

Sementara itu, Kasi Pidum Kejari Kabupaten Probolinggo Joko P saat dikonfirmasi membenarkan telah dilimpahkan tahap pertama kasus dugaan persetubuhan yang dilakukan S, yang menghebohkan Kecamatan Sumber tersebut. Saat ini, berkas masih diperiksa oleh jaksa yang menangani perkaranya.

”Untuk isi berkas perkara, saya belum tahu pasti karena masih dipelajari oleh jaksa,” terangnya.

Diketahui sebelumnya, S, seorang ASN di Kecamatan Sumber, dilaporkan ke Polres Probolinggo atas dugaan memperkosa pada keponakan yang juga anak angkatnya. Korban adalah, NS,. Setelah dilaporkan, S sempat kabur dari rumah beserta keluarganya.

Warga setempat sempat menggeruduk rumah S, dua hari setelah dilaporkan. Warga curiga, S ada di rumahnya. Karena tak kunjung keluar, warga melempari rumahnya dengan batu hingga sejumlah bagian rusak.

Pemanggilan pertama S sebagai tersangka pada Rabu lalu (6/1). Saat itu, tersangka S melalui penisehat hukumnya, melayangkan surat penundaan pemeriksaan. Harusnya, Senin lalu (11/1), tersangka Sudarsono diperiksa, tetapi mangkir dari panggilan pemeriksaan. (mas/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

KRAKSAAN, Radar Bromo ­ Kasus dugaan S yang menyetubuhi keponakan sendiri hingga hamil, memasuki babak baru. Akhir pekan kemarin, penyidik unit PPA Polres Probolinggo telah melimpahkan berkas lelaki yang tercatat sebagai ASN Kecamatan Sumber Kabupaten Probolinggo tersebut, ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Probolinggo. Tersangka S, dikenai pasal 76 D Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014, tentang perlindungan anak.

Kapolres Probolinggo AKBP Ferdy Irawan melalui Kasatreskrim AKP Rizki Santoso saat dikonfirmasi mengatakan, proses penyidikan kasus dugaan setubuhi anak dibawah umur dengan tersangka S, dipastikan lanjut. Pihaknya, akhir pekan lalu telah melimpahkan berkas (tahap I) ke Kejari Kabupaten Probolinggo.

”Sudah kami limpahkan berkas itu Jumat (22/1) lalu. Kami pastikan proses penyidikan itu lanjut. Sekarang sudah tahap satu,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo, Senin (25/1).

ASN Kecamatan Sumber Jadi Tersangka Hamili Keponakan Sendiri

Mobile_AP_Half Page

Kasat menegaskan, dalam berkas yang telah dilimpahkan ke kejaksaan, tersangka S dikenakan pasal 76 D Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014, tentang perlindungan anak. Ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara. ”Iya dikenakan satu pasal saja,” ujarnya.

Saat ini, lanjut Kasatreskrim, pihaknya tengah menunggu hasil pemeriksaan berkas oleh kejaksaan. Nantinya, petunjuk dari kejaksaan akan menjadi modal untuk tahap berikutnya. ”Sekarang tunggu petunjuk jaksa. Apakah berkas itu dinyatakan lengkap atau dikembalikan untuk diperbaiki,” terangnya.

Sementara itu, Kasi Pidum Kejari Kabupaten Probolinggo Joko P saat dikonfirmasi membenarkan telah dilimpahkan tahap pertama kasus dugaan persetubuhan yang dilakukan S, yang menghebohkan Kecamatan Sumber tersebut. Saat ini, berkas masih diperiksa oleh jaksa yang menangani perkaranya.

”Untuk isi berkas perkara, saya belum tahu pasti karena masih dipelajari oleh jaksa,” terangnya.

Diketahui sebelumnya, S, seorang ASN di Kecamatan Sumber, dilaporkan ke Polres Probolinggo atas dugaan memperkosa pada keponakan yang juga anak angkatnya. Korban adalah, NS,. Setelah dilaporkan, S sempat kabur dari rumah beserta keluarganya.

Warga setempat sempat menggeruduk rumah S, dua hari setelah dilaporkan. Warga curiga, S ada di rumahnya. Karena tak kunjung keluar, warga melempari rumahnya dengan batu hingga sejumlah bagian rusak.

Pemanggilan pertama S sebagai tersangka pada Rabu lalu (6/1). Saat itu, tersangka S melalui penisehat hukumnya, melayangkan surat penundaan pemeriksaan. Harusnya, Senin lalu (11/1), tersangka Sudarsono diperiksa, tetapi mangkir dari panggilan pemeriksaan. (mas/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2