alexametrics
24 C
Probolinggo
Sunday, 28 February 2021
Desktop_AP_Top Banner

Target Awal Retribusi Pasar di Kab Probolinggo Rp 3,8 Miliar

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

KRAKSAAN, Radar Bromo – Sempat diturunkan tahun lalu, kini target retribusi pasar kembali normal menjadi Rp 3,8 miliar. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo mulai menyusun langkah strategi untuk mencapai target yang telah dibebankan.

Kembalinya target seperti semula lantaran pembatasan jam operasional pasar sudah tidak diberlakukan. Sehingga traksaksi jual beli di pasar kembali normal. Pendapatan pedagang pasar pun berangsur-angsur kembali seperti semula.

“Target retribusi pasar kembali menjadi Rp 3,8 miliar. Sama seperti kondisi normal, karena tidak ada kebijakan pembatasan jam operasional pasar,” ujar Kasi Pengelola Pasar Disperindag Kabupaten Probolinggo, Aditya Arya Guntoro.

Aditya menyebutkan bahwa kondisi tahap pemulihan ekonomi seperti saat ini tidak berpengaruh pada setoran yang dibebankan pada pedagang. Sebab besaran retribusi yang harus diberikan telah tertuang dalam regulasi dan harus dipatuhi.

Salah satu penyebab yang akan mempengaruhi pencapaian target adalah pedagang tidak melakukan pembayaran retribusi secara rutin. Akibatnya ada tunggakan yang harus ditagih oleh petugas pasar.

“Dipakai atau tidak, kios tetap dibebani retribusi. Sejauh ini tidak terpengaruh karena kondisi sedang normal,” katanya.

Menurutnya penurunan target retribusi pasar dapat kembali terjadi apabila kebijakan pembatasan jam operasional pasar diberlakukan. Kebijakan ini berdampak pada pembebasan penarikan retribusi pedagang. Sehingga harus ada penyesuian target yang harus dicapai.

Namun, kebijakan yang diterapkan terlebih dahulu harus melalui kajian dan melihat kondisi ekonomi yang ada. Sehingga tidak bisa serta merta diberlakukan karena akan berdampak pada PAD Kabupaten Probolinggo.

“Ada mekanisme yang harus dilalui, salah satunya adalah turun Surat Bupati untuk membatasi jam operasional dan pembebasan retribusi bagi pedangang pasar. Kemudian menentukan proyeksi retribusi yang bisa didapat sehingga muncul target perubahan,” ujar Aditya. (ar/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

KRAKSAAN, Radar Bromo – Sempat diturunkan tahun lalu, kini target retribusi pasar kembali normal menjadi Rp 3,8 miliar. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo mulai menyusun langkah strategi untuk mencapai target yang telah dibebankan.

Kembalinya target seperti semula lantaran pembatasan jam operasional pasar sudah tidak diberlakukan. Sehingga traksaksi jual beli di pasar kembali normal. Pendapatan pedagang pasar pun berangsur-angsur kembali seperti semula.

“Target retribusi pasar kembali menjadi Rp 3,8 miliar. Sama seperti kondisi normal, karena tidak ada kebijakan pembatasan jam operasional pasar,” ujar Kasi Pengelola Pasar Disperindag Kabupaten Probolinggo, Aditya Arya Guntoro.

Mobile_AP_Half Page

Aditya menyebutkan bahwa kondisi tahap pemulihan ekonomi seperti saat ini tidak berpengaruh pada setoran yang dibebankan pada pedagang. Sebab besaran retribusi yang harus diberikan telah tertuang dalam regulasi dan harus dipatuhi.

Salah satu penyebab yang akan mempengaruhi pencapaian target adalah pedagang tidak melakukan pembayaran retribusi secara rutin. Akibatnya ada tunggakan yang harus ditagih oleh petugas pasar.

“Dipakai atau tidak, kios tetap dibebani retribusi. Sejauh ini tidak terpengaruh karena kondisi sedang normal,” katanya.

Menurutnya penurunan target retribusi pasar dapat kembali terjadi apabila kebijakan pembatasan jam operasional pasar diberlakukan. Kebijakan ini berdampak pada pembebasan penarikan retribusi pedagang. Sehingga harus ada penyesuian target yang harus dicapai.

Namun, kebijakan yang diterapkan terlebih dahulu harus melalui kajian dan melihat kondisi ekonomi yang ada. Sehingga tidak bisa serta merta diberlakukan karena akan berdampak pada PAD Kabupaten Probolinggo.

“Ada mekanisme yang harus dilalui, salah satunya adalah turun Surat Bupati untuk membatasi jam operasional dan pembebasan retribusi bagi pedangang pasar. Kemudian menentukan proyeksi retribusi yang bisa didapat sehingga muncul target perubahan,” ujar Aditya. (ar/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2