Eks Rumdin Dokter Klinik Hafshawaty Dilalap Api, Kerugian Rp 100 Juta

PAJARAKAN, Radar Bromo –Diduga akibat korsleting, sebuah bekas rumah dinas dokter di belakang Klinik Hafshawaty, Pesantren Zainul Hasan Genggong terbakar. Akibat kebakaran itu, diperkirakan kerugian mencapai sekitar Rp 100 juta.

Kebakaran itu sendiri terjadi Minggu  (26/1) pukul 12.45. Saat itu di sekitar pesantren digelar sebuah kegiatan. Petugas Polsek Pajarakan pun sedang ngepam di sekitar lokasi.

Tiba-tiba ada laporan, sebuah rumah di belakang klinik Hafshawaty terbakar. Saat itu juga, petugas mendatangi lokasi kejadian dan menghubungi petugas pemadam kebakaran.

“Kami mendapat kabar ada kebakaran. Jadi petugas langsung memanggil pemadam kebakaran untuk segera menjinakan api,” kata Kanit Reskrim Polsek Pajarakan Ipda Kurdi.

Selagi menunggu petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi, pihaknya bersama warga sekitar berusaha memadamkan api dengan barang seadanya. Namun, tidak berhasil.

Api malah terus membesar. Diduga, penyebabnya karena benda yang ada di dalam rumah adalah benda-benda yang mudah terbakar. Sehingga, api pun merambat dengan cepat.

“Benda-benda yang ada di dalam rumah itu mudah terbakar. Selain bagian atap yang terbuat dari kayu, juga ada obat-obatan yang mudah terbakar,” ungkapnya.

Sementara itu, petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi, langsung berusaha menjinakkan si jago merah. Sekitar pukul 13.40, api berhasil dipadamkan.

“Api berhasil dipadamkan dalam waktu setengah jam lebih. Isi bangunan dan atap terbakar semua. Tinggal tembok yang berdiri kokoh,” ungkapnya.

Ipda Kurdi menduga, api muncul dari belakang bangunan bagian atas. Itu, berdasarkan penyidikan sementara yang dilakukan.

“Sementara api diduga muncul dari belakang bangunan bagian atas. Diduga terjadi korsleting di sana,” ungkapnya.

Meskipun atap dan isi bangunan ludes terbakar, tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Hanya saja, kerugian yang diakibatkan mencapai kurang lebih Rp 100 juta. (sid/hn)