alexametrics
26C
Probolinggo
Sunday, 17 January 2021

Lalat Buah Mulai Serang Jambu Petani Probolinggo

GADING,Radar Bromo – Memasuki musim hujan membuat para pemilik lahan perkebunan di Kabupaten Probolinggo, semakin waspada. Sebab, Organisme Penggangu Tanaman (OPT) mulai menyerang. Termasuk, terhadap buah jambu merah.

Seperti terjadi di perkebunan jambu merah di Desa Kertosono, Kecamatan Gading. Perkebunan jambu seluas sekitar 1 hektare itu mulai diserang lalat buah. “Beberapa buah mulai dihinggapi dan mulai ada buah yang bosok. Kalau digerodong menggunakan plastik, insyaalah tidak akan dihinggapi lalat buah,” ujar Sarif, 39, pengelola perkebunan jambu tersebut.

Ketika musim hujan, Sarif mengaku harus mengeluarkan biaya tambahan untuk merawat tanamannya. Semua itu dilakukan demi mencegah penyebaran hama. “Meski masa-masa susah karena pandmi, mau bagaimana lagi. Memang harus keluar biaya tambahan. Kalau tidak seperti itu, saat panen jelas akan rugi,” ujarnya.

Namun, Srep mengaku cukup waswas untuk mengeluarkan biaya tambahan. Sebab, kini harga jambu di pasaran cukup murah. “Per kilogram hanya Rp 5 ribu dan itu terbilang murah. Antara untung dan rugi terlampau dekat,” jelas Sarif.

Terpisah, Kepala Bidang Pelaksana Penyuluhan dan Bina Usaha Tani Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Probolinggo Arif Kurniadi mengatakan, ketika musim hujan, serangan OPT memang kerap terjadi. Pada buah-buahan, biasanya lalat buah.

“Saat hujan salah satunya lalat buah yang mengganggu. Cara maksimal memang dengan penggerodongan. Biaya tambahan memang perlu dikeluarkan untuk membeli alat penggerodong,” ujarnya.

Menurutnya, adanya serangan lalat buah dapat menyebabkan gagal panen. Sebab, jika lalat buah sudah hinggap dan menyuntikkan telurnya, maka buah akan busuk. “Dimulai dari buah selesai pentil atau masih kecil jika tidak digrodong, lalat buah mudah menginjeksikan telurnya, sehingga buah mudah busuk. Maka dari itu, penggerodongan ini sangat penting,” terangnya. (mu/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU