alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Friday, 19 August 2022

Cerita Dua Pemancing Naik Perahu Drum Terbawa Arus Laut di Gending

GENDING, Radar Bromo – Meninggalnya seorang pemilik perahu mancing beberapa waktu lalu di perairan Klaseman, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, rupanya tidak membuat keder pemancing yang lain. Buktinya, aktivitas memancing tetap dilakukan di perairan setempat. Bahkan, menggunakan perahu yang kurang safety. Akibatnya, dua orang terseret gelombang laut saat mancing.

Dua pemancing itu berasal dari Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo. Keduanya terseret gelombang saat memancing menggunakan perahu di perairan Klaseman, Minggu (24/7) siang.

Dari informasi di lapangan, angin kencang terjadi di wilayah perairan Klaseman Minggu siang. Namun, saat itu tiga pemancing dari Maron sedang memancing di rumpon, sekitar pukul 13.00.

Ketiganya yaitu Salman Maulana Ifan, Fauzi Ariyanto, dan Zulkifli, 20. Mereka berangkat ke rumpon menggunakan perahu buatan dari drum dengan mesin bekas pemotong rumput.

Sesampai di rumpon, Zulkifli memancing di atas rumpon. Sementara dua temannya memancing di atas perahu drum itu. Saat sedang asyik-asyiknya memancing, tali perahu yang diikatkan ke bambu di rumpon putus.

Begitu tali putus, perahu pun langsung terbawa gelombang laut. Dengan cepat, perahu pun bergerak ke tengah.

“Talinya yang diikatkan ke bambu putus. Anginnya kencang siang itu. Sehingga perahu cepat menjauh terbawa gelombang laut,” ujarnya saat dikonfirmasi.

GENDING, Radar Bromo – Meninggalnya seorang pemilik perahu mancing beberapa waktu lalu di perairan Klaseman, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, rupanya tidak membuat keder pemancing yang lain. Buktinya, aktivitas memancing tetap dilakukan di perairan setempat. Bahkan, menggunakan perahu yang kurang safety. Akibatnya, dua orang terseret gelombang laut saat mancing.

Dua pemancing itu berasal dari Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo. Keduanya terseret gelombang saat memancing menggunakan perahu di perairan Klaseman, Minggu (24/7) siang.

Dari informasi di lapangan, angin kencang terjadi di wilayah perairan Klaseman Minggu siang. Namun, saat itu tiga pemancing dari Maron sedang memancing di rumpon, sekitar pukul 13.00.

Ketiganya yaitu Salman Maulana Ifan, Fauzi Ariyanto, dan Zulkifli, 20. Mereka berangkat ke rumpon menggunakan perahu buatan dari drum dengan mesin bekas pemotong rumput.

Sesampai di rumpon, Zulkifli memancing di atas rumpon. Sementara dua temannya memancing di atas perahu drum itu. Saat sedang asyik-asyiknya memancing, tali perahu yang diikatkan ke bambu di rumpon putus.

Begitu tali putus, perahu pun langsung terbawa gelombang laut. Dengan cepat, perahu pun bergerak ke tengah.

“Talinya yang diikatkan ke bambu putus. Anginnya kencang siang itu. Sehingga perahu cepat menjauh terbawa gelombang laut,” ujarnya saat dikonfirmasi.

MOST READ

BERITA TERBARU

/