alexametrics
24.4 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

Woro-woro Daging Aman Dikonsumsi ke Pedagang-Pengunjung Pasar

GADING, Radar Bromo – Sejak ada wabah penyakit mulut dan kuku (PMK), banyak kabar yang berembus akan daging berbahaya. Agar kabar tak benar itu kian tak menyebar, kini sosialisasi gencar dilakukan. Woro-woro soal daging layak dikonsumsi tak berbahaya bagi manusia.

Seperti yang dilakukan Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Probolinggo pada Kamis (23/6) lalu. Petugas menyasar Pasar Wangkal, Kecamatan Gading. Di sana, petugas menyosialisasikan untuk menepis kabar yang meresahkan para penjual daging di pasar tersebut.

“Kamis lalu kami turun langsung ke lokasi guna menepis kabar-kabar (negatif, Red) perihal daging tersebut,” kata Medik Veteriner Muda Diperta Kabupaten Probolinggo drh. Nikolas Nuryulianto, Jumat (24/6). Dalam kegiatan turun lapangan tersebut, juga melibatkan petugas teknis RPH dan staf koordinator Pasar Wangkal.

Adapun dasar hukum kegiatan ini UU Nomor 18 Tahun 2009 jo. UU Nomor 41 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas UU Nomor 18 Tahun 2009 Tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Peraturan Pemerintah Nomor 95 Tahun 2012 tentang Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Kesrawan, Permentan Nomor 11 Tahun 2020 tentang Sertifikasi NKV Unit Usaha Produk Hewan serta Permentan Nomor 13 Tahun 2010 tentang Persyaratan Rumah Potong Hewan Ruminansia dan Unit Penanganan Daging (Meat Cutting Plant).

Nikolas melanjutkan, kegiatan yang dilakukan juga bertujuan untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat di pasar tradisional, terkait daging sapi saat PMK aman dikonsumsi asal dimasak dengan benar. “Kami memberikan pamflet terkait daging saat PMK masih aman dikonsumsi dan memberikan imbauan ke masyarakat agar tidak mencuci daging sapi yang dibeli di pasar tradisional. Hal itu juga kami lakukan menggunakan pengeras suara di pasar,” ujarnya.

Niko meminta agar masyarakat memastikan agar memilih jeroan yang sudah direbus. “Bekas kemasan daging tidak langsung dibuang. Namun rendam dengan detergen atau pemutih pakaian maupun cuka dapur untuk mencegah virus mencemari ke lingkungan,” jelasnya.

GADING, Radar Bromo – Sejak ada wabah penyakit mulut dan kuku (PMK), banyak kabar yang berembus akan daging berbahaya. Agar kabar tak benar itu kian tak menyebar, kini sosialisasi gencar dilakukan. Woro-woro soal daging layak dikonsumsi tak berbahaya bagi manusia.

Seperti yang dilakukan Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Probolinggo pada Kamis (23/6) lalu. Petugas menyasar Pasar Wangkal, Kecamatan Gading. Di sana, petugas menyosialisasikan untuk menepis kabar yang meresahkan para penjual daging di pasar tersebut.

“Kamis lalu kami turun langsung ke lokasi guna menepis kabar-kabar (negatif, Red) perihal daging tersebut,” kata Medik Veteriner Muda Diperta Kabupaten Probolinggo drh. Nikolas Nuryulianto, Jumat (24/6). Dalam kegiatan turun lapangan tersebut, juga melibatkan petugas teknis RPH dan staf koordinator Pasar Wangkal.

Adapun dasar hukum kegiatan ini UU Nomor 18 Tahun 2009 jo. UU Nomor 41 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas UU Nomor 18 Tahun 2009 Tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Peraturan Pemerintah Nomor 95 Tahun 2012 tentang Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Kesrawan, Permentan Nomor 11 Tahun 2020 tentang Sertifikasi NKV Unit Usaha Produk Hewan serta Permentan Nomor 13 Tahun 2010 tentang Persyaratan Rumah Potong Hewan Ruminansia dan Unit Penanganan Daging (Meat Cutting Plant).

Nikolas melanjutkan, kegiatan yang dilakukan juga bertujuan untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat di pasar tradisional, terkait daging sapi saat PMK aman dikonsumsi asal dimasak dengan benar. “Kami memberikan pamflet terkait daging saat PMK masih aman dikonsumsi dan memberikan imbauan ke masyarakat agar tidak mencuci daging sapi yang dibeli di pasar tradisional. Hal itu juga kami lakukan menggunakan pengeras suara di pasar,” ujarnya.

Niko meminta agar masyarakat memastikan agar memilih jeroan yang sudah direbus. “Bekas kemasan daging tidak langsung dibuang. Namun rendam dengan detergen atau pemutih pakaian maupun cuka dapur untuk mencegah virus mencemari ke lingkungan,” jelasnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/