alexametrics
24.3 C
Probolinggo
Monday, 8 August 2022

Maksimalkan Juru Timbang di 34 Pasar Tradisional

DRINGU, Radar Bromo – Pelayanan kemetrologian bagi pedagang di pasar tradisional masih belum maksimal. Minimnya personel menjadi alasannya. Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo harus bisa memanfaatkan personel yang ada agar pelayanan tetap maksimal.

Wilayah pelayanan kemetrologian di Kabupaten Probolinggo cukup luas. Terbagi dalam 34 pasar tradisional di 24 kecamatan. Tugas-tugas kemetrologian, terutama pelayanan sidang tera ulang di pasar seperti memeriksa alat alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya di pasar.

“Updating informasi-informasi kemetrologian dalam rangka mendukung tugas tera ulang perlu dilakukan sehingga bisa mengatasi setiap permasalahan dengan baik. Sudah ada 18 orang peserta juru timbang melakukan orientasi lapangan,” kata Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto.

Pihaknya mengungkapkan akan terus melakukan pembinaan kepada para juru timbang. Nantinya akan bertugas dalam kegiatan sidang tera ulang di pasar-pasar tradisional se-Kabupaten Probolinggo.

Kepala UPT Metrologi Legal Diyah Setyo Rini mengungkapkan, juru timbang yang dilatih untuk memudahkan pelayanan kemetrologian bagi pedagang pasar di pasar tradisional. Juru timbang ini selama hampir dua pekan menerima materi dari Pusat Pengembangan Sumber Daya Kemetrologian Bandung. Setelah itu satu minggu melaksanakan praktik di UPT Metrologi Legal dengan menggunakan alat ukur yang ada di UPT Metrologi Legal. Selain mendata alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya, lanjut Rini, mereka juga memeriksa akurasinya.

“Petugas yang ada begitu terbatas, peserta yang sudah dilatih agar bisa membantu tugas-tugas kemetrologian, terutama pelayanan sidang tera ulang di pasar,” ucapnya. (ar/fun)

DRINGU, Radar Bromo – Pelayanan kemetrologian bagi pedagang di pasar tradisional masih belum maksimal. Minimnya personel menjadi alasannya. Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo harus bisa memanfaatkan personel yang ada agar pelayanan tetap maksimal.

Wilayah pelayanan kemetrologian di Kabupaten Probolinggo cukup luas. Terbagi dalam 34 pasar tradisional di 24 kecamatan. Tugas-tugas kemetrologian, terutama pelayanan sidang tera ulang di pasar seperti memeriksa alat alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya di pasar.

“Updating informasi-informasi kemetrologian dalam rangka mendukung tugas tera ulang perlu dilakukan sehingga bisa mengatasi setiap permasalahan dengan baik. Sudah ada 18 orang peserta juru timbang melakukan orientasi lapangan,” kata Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto.

Pihaknya mengungkapkan akan terus melakukan pembinaan kepada para juru timbang. Nantinya akan bertugas dalam kegiatan sidang tera ulang di pasar-pasar tradisional se-Kabupaten Probolinggo.

Kepala UPT Metrologi Legal Diyah Setyo Rini mengungkapkan, juru timbang yang dilatih untuk memudahkan pelayanan kemetrologian bagi pedagang pasar di pasar tradisional. Juru timbang ini selama hampir dua pekan menerima materi dari Pusat Pengembangan Sumber Daya Kemetrologian Bandung. Setelah itu satu minggu melaksanakan praktik di UPT Metrologi Legal dengan menggunakan alat ukur yang ada di UPT Metrologi Legal. Selain mendata alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya, lanjut Rini, mereka juga memeriksa akurasinya.

“Petugas yang ada begitu terbatas, peserta yang sudah dilatih agar bisa membantu tugas-tugas kemetrologian, terutama pelayanan sidang tera ulang di pasar,” ucapnya. (ar/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/