alexametrics
24.5 C
Probolinggo
Wednesday, 6 July 2022

Peternak Jangan Panik meski Kasus Suspect PMK di Probolinggo Bertambah

KRAKSAAN, Radar Bromo – Kasus sapi suspect Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Probolinggo terus bertambah. Dari jumlah populasi sapi di Kabupaten Probolinggo sebanyak 312.933, 0,311 persen terancam.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Probolinggo, Yahyadi mengatakan, jika dari hasil audit yang dilakukan, kasus suspect PMK memang terus mengalami peningkatan. Per Selasa (24/5) tercatat ada 972 ekor sapi yang terduga PMK.

“Peningkatan terjadi dari hasil audit yang kami lakukan. Dari jumlah suspect, artinya ada 0,311 persen dari total populasi sapi yang terancam PMK,” ujarnya.

Kasus terduga PMK tersebut tercatat berada di 18 kecamatan. Kondisi tersebut pihaknya meminta agar peternak juga ikut melakukan penanganan secara mandiri. Sembari penanganan dari petugas juga diberikan.

Penanganan mandiri salah satunya, dengan cara menjaga kondisi ternak. Juga penanganan secara fisik dan pemberian ramuan herbal terhadap ternak yang terduga PMK.

“Kalau ternak tidak mau makan, minumkan air kelapa. Bila terdapat luka pada bibir, oleskan dengan garam dapur dan asam jawa pada bagian lidahnya. Buatkan jamu mpon-mpon atau herbal seperti kunyit, temulawak, temuireng,” ujarnya. Sesekali ternak dijemur setengah sampai 1 jam. Waktu yang tepat untuk menjemur adalah dari jam 09.00 dan maksimal 10.00.

KRAKSAAN, Radar Bromo – Kasus sapi suspect Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Probolinggo terus bertambah. Dari jumlah populasi sapi di Kabupaten Probolinggo sebanyak 312.933, 0,311 persen terancam.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Probolinggo, Yahyadi mengatakan, jika dari hasil audit yang dilakukan, kasus suspect PMK memang terus mengalami peningkatan. Per Selasa (24/5) tercatat ada 972 ekor sapi yang terduga PMK.

“Peningkatan terjadi dari hasil audit yang kami lakukan. Dari jumlah suspect, artinya ada 0,311 persen dari total populasi sapi yang terancam PMK,” ujarnya.

Kasus terduga PMK tersebut tercatat berada di 18 kecamatan. Kondisi tersebut pihaknya meminta agar peternak juga ikut melakukan penanganan secara mandiri. Sembari penanganan dari petugas juga diberikan.

Penanganan mandiri salah satunya, dengan cara menjaga kondisi ternak. Juga penanganan secara fisik dan pemberian ramuan herbal terhadap ternak yang terduga PMK.

“Kalau ternak tidak mau makan, minumkan air kelapa. Bila terdapat luka pada bibir, oleskan dengan garam dapur dan asam jawa pada bagian lidahnya. Buatkan jamu mpon-mpon atau herbal seperti kunyit, temulawak, temuireng,” ujarnya. Sesekali ternak dijemur setengah sampai 1 jam. Waktu yang tepat untuk menjemur adalah dari jam 09.00 dan maksimal 10.00.

MOST READ

BERITA TERBARU

/