alexametrics
24.5 C
Probolinggo
Wednesday, 6 July 2022

Peremajaan Videotron di Alun-alun Kraksaan Butuh Rp 600 Juta

KRAKSAAN, Radar Bromo- Sudah cukup lama Videotron di Alun-alun Kota Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, tidak beroperasi. Ternyata butuh peremajaan. Anggarannya tak sedikit. Dibutuhkan sekitar Rp 600 juta.

Rencananya, peremajaan itu akan dilakukan tahun ini. Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Probolinggo Yulius Cristian mengatakan, memang sejak beberapa waktu belakangan, videotron di alun-alun tidak beroperasi.

“Memang sudah butuh peremajaan. Videotron yang ada saat ini sudah berumur. Kalau tidak salah, sudah 7 tahun. Dulu pengadaanya pakai dana hibah,” ujarnya.

Ia mengatakan, anggaran rencana peremajaan akan diajukan dalam Perubahan APBD 2022. Jika disetujui, proyek ini akan ditangani Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pertanahan (Disperkim) Kabupaten Probolinggo.

“Sekitar Rp 600 juta. Nanti akan dilakukan peremajaan. Karena alat elektronik kalau sudah berumur memang butuh peremajaan. Lagi, elektronik ini kan butuh peningkatan. Setiap tahun elektronik mengalami peningkatan. Jadi, biar tidak ketinggalan,” jelasnya.

Sebelumnya, kata Yulius, videotron memang sering mengalami trouble. Penanganannya cukup memakan biaya. “Sekali penganan atau perbaikan memakan biaya antara Rp 10-15 juta. Tidak begitu besar, namun kalau sering, pengeluarannya cukup banyak,” katanya. (mu/rud)

KRAKSAAN, Radar Bromo- Sudah cukup lama Videotron di Alun-alun Kota Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, tidak beroperasi. Ternyata butuh peremajaan. Anggarannya tak sedikit. Dibutuhkan sekitar Rp 600 juta.

Rencananya, peremajaan itu akan dilakukan tahun ini. Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Probolinggo Yulius Cristian mengatakan, memang sejak beberapa waktu belakangan, videotron di alun-alun tidak beroperasi.

“Memang sudah butuh peremajaan. Videotron yang ada saat ini sudah berumur. Kalau tidak salah, sudah 7 tahun. Dulu pengadaanya pakai dana hibah,” ujarnya.

Ia mengatakan, anggaran rencana peremajaan akan diajukan dalam Perubahan APBD 2022. Jika disetujui, proyek ini akan ditangani Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pertanahan (Disperkim) Kabupaten Probolinggo.

“Sekitar Rp 600 juta. Nanti akan dilakukan peremajaan. Karena alat elektronik kalau sudah berumur memang butuh peremajaan. Lagi, elektronik ini kan butuh peningkatan. Setiap tahun elektronik mengalami peningkatan. Jadi, biar tidak ketinggalan,” jelasnya.

Sebelumnya, kata Yulius, videotron memang sering mengalami trouble. Penanganannya cukup memakan biaya. “Sekali penganan atau perbaikan memakan biaya antara Rp 10-15 juta. Tidak begitu besar, namun kalau sering, pengeluarannya cukup banyak,” katanya. (mu/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/