alexametrics
26.4 C
Probolinggo
Tuesday, 17 May 2022

Upaya Dinas Perkim Terus Kurangi RTLH di Kab Probolinggo

DINAS Perumahan, Kawasan Permukiman (Perkim), dan Pertanahan Kabupaten Probolinggo menunjukkan dedikasi yang nyata bagi masyarakat. Beragam inovasi diluncurkan. Berbagai kegiatan dilakukan sebagai wujud hadirnya Pemerintah Kabupaten Probolinggo untuk warganya.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman (Perkim) dan Pertanahan Kabupaten Probolinggo R. Oemar Sjarief menyebutkan, sejumlah kegiatan telah dilakukan dalam bidang perumahan pada tahun anggaran 2021. Salah satunya, program pembangunan rumah bagi korban bencana.

Menurut Oemar, pembangunan rumah bagi korban bencana pada 2021 itu dilaksanakan berupa tiga unit rumah di Kecamatan Krucil, Gending, dan Gading. Untuk tahun 2022, pembangunan rumah bagi korban bencana dilaksanakan lagi. Sasarannya adalah 13 unit rumah di wilayah timur, tengah, dan barat Kabupaten Probolinggo.

”Kami juga turut serta memfasilitasi BPBD untuk menentukan estimasi bantuan rumah yang terkena bencana,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Oemar, Dinas Perumahan dan Perkim melakukan perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH). Program itu sebagai pencegahan terhadap tumbuh dan berkembangnya permukiman kumuh di luar kawasan permukiman kumuh dengan luas di bawah 10 Ha.

Jumlah RTLH yang tertangani mulai 2013 sampai 2021 mencapai 15.322 unit. Pada 2021, ada pembangunan RTLH sebanyak 100 unit di Desa Tambak Ukir. Sehingga Desa Tambak Ukir keluar dari desa tertinggal di Kabupaten Probolinggo. Pada 2022, target RTLH yang ditangani mencapai 526 unit. Usulan tahun 2023 mendatang mencapai 1.000 unit RTLH.

”Pembangunan RTLH merupakan kegiatan yang bertujuan meningkatkan jumlah rumah layak huni secara swadaya. Target RTLH sebanyak 41.157 unit. Sumber data kajian Pemetaan dan Iventarisasi RTLH di Kabupaten Probolinggo Tahun 2018,” tambahnya.

DINAS Perumahan, Kawasan Permukiman (Perkim), dan Pertanahan Kabupaten Probolinggo menunjukkan dedikasi yang nyata bagi masyarakat. Beragam inovasi diluncurkan. Berbagai kegiatan dilakukan sebagai wujud hadirnya Pemerintah Kabupaten Probolinggo untuk warganya.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman (Perkim) dan Pertanahan Kabupaten Probolinggo R. Oemar Sjarief menyebutkan, sejumlah kegiatan telah dilakukan dalam bidang perumahan pada tahun anggaran 2021. Salah satunya, program pembangunan rumah bagi korban bencana.

Menurut Oemar, pembangunan rumah bagi korban bencana pada 2021 itu dilaksanakan berupa tiga unit rumah di Kecamatan Krucil, Gending, dan Gading. Untuk tahun 2022, pembangunan rumah bagi korban bencana dilaksanakan lagi. Sasarannya adalah 13 unit rumah di wilayah timur, tengah, dan barat Kabupaten Probolinggo.

”Kami juga turut serta memfasilitasi BPBD untuk menentukan estimasi bantuan rumah yang terkena bencana,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Oemar, Dinas Perumahan dan Perkim melakukan perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH). Program itu sebagai pencegahan terhadap tumbuh dan berkembangnya permukiman kumuh di luar kawasan permukiman kumuh dengan luas di bawah 10 Ha.

Jumlah RTLH yang tertangani mulai 2013 sampai 2021 mencapai 15.322 unit. Pada 2021, ada pembangunan RTLH sebanyak 100 unit di Desa Tambak Ukir. Sehingga Desa Tambak Ukir keluar dari desa tertinggal di Kabupaten Probolinggo. Pada 2022, target RTLH yang ditangani mencapai 526 unit. Usulan tahun 2023 mendatang mencapai 1.000 unit RTLH.

”Pembangunan RTLH merupakan kegiatan yang bertujuan meningkatkan jumlah rumah layak huni secara swadaya. Target RTLH sebanyak 41.157 unit. Sumber data kajian Pemetaan dan Iventarisasi RTLH di Kabupaten Probolinggo Tahun 2018,” tambahnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/