alexametrics
29.3 C
Probolinggo
Saturday, 21 May 2022

Mudik dan Layanan Malam Hari Kerek Capaian Vaksinasi di Kab Probolinggo

KRAKSAAN, Radar Bromo – Layanan vaksinasi selepas salat tarawih diprediksi bisa memaksimalkan capaian vaksinasi sebelum Lebaran di Kabupaten Probolinggo. Layanan itu dilakukan sebagai bagian dari percepatan vaksinasi. Baik vaksinasi dosis satu, dua, dan booster.

Juru Bicara Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo dr. Dewi Vironica mengatakan, sebelumnya memang ada tren penurunan vaksinasi. Namun, sepekan belakangan percepatan vaksinasi kembali dilakukan.

Sebab, potensi sebaran Covid-19 masih perlu diwaspadai. Khususnya saat mudik dan berkumpul dengan keluarga. Tujuannya, agar imunitas masyarakat tetap baik dan mengantisipasi ledakan kasus yang masih bisa terjadi.

“Selama Ramadan ini, layanan vaksinasi diubah menjadi malam hari setelah salat Tarawih,” katanya.

Kebijakan pelayanan vaksinasi ini rupanya membuat antusiasme warga menjadi lebih tinggi. Ditambah lagi mereka yang akan melaksanakan mudik. Banyak warga yang ikut vaksinasi dosis dua dan booster.

“Rata-rata banyak yang ikut vaksin dosis dua dan booster. Banyak alasannya, salah satunya untuk menjaga imunitas saat mudik nanti,” ungkapnya.

Sepekan lalu, sebelum vaksinasi malam hari, capaian vaksinasi masyarakat mencapai total 890.667 orang. Penyuntikan vaksin dosis satu mencapai 87,40 persen dan untuk dosis kedua telah mencapai 67,32 persen.

KRAKSAAN, Radar Bromo – Layanan vaksinasi selepas salat tarawih diprediksi bisa memaksimalkan capaian vaksinasi sebelum Lebaran di Kabupaten Probolinggo. Layanan itu dilakukan sebagai bagian dari percepatan vaksinasi. Baik vaksinasi dosis satu, dua, dan booster.

Juru Bicara Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo dr. Dewi Vironica mengatakan, sebelumnya memang ada tren penurunan vaksinasi. Namun, sepekan belakangan percepatan vaksinasi kembali dilakukan.

Sebab, potensi sebaran Covid-19 masih perlu diwaspadai. Khususnya saat mudik dan berkumpul dengan keluarga. Tujuannya, agar imunitas masyarakat tetap baik dan mengantisipasi ledakan kasus yang masih bisa terjadi.

“Selama Ramadan ini, layanan vaksinasi diubah menjadi malam hari setelah salat Tarawih,” katanya.

Kebijakan pelayanan vaksinasi ini rupanya membuat antusiasme warga menjadi lebih tinggi. Ditambah lagi mereka yang akan melaksanakan mudik. Banyak warga yang ikut vaksinasi dosis dua dan booster.

“Rata-rata banyak yang ikut vaksin dosis dua dan booster. Banyak alasannya, salah satunya untuk menjaga imunitas saat mudik nanti,” ungkapnya.

Sepekan lalu, sebelum vaksinasi malam hari, capaian vaksinasi masyarakat mencapai total 890.667 orang. Penyuntikan vaksin dosis satu mencapai 87,40 persen dan untuk dosis kedua telah mencapai 67,32 persen.

MOST READ

BERITA TERBARU

/