alexametrics
30.3 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Disporaparbud Kab Probolinggo Terus Kembangkan Wisata untuk Dongkrak Ekonomi

KABUPATEN Probolinggo memiliki banyak destinasi wisata yang potensial untuk dikembangkan. Mulai wisata alam di sepanjang pantai utara, hingga wisata di daerah dataran tinggi. Setiap tempat wisata memiliki ciri khas yang menjadi  magnet pengunjung datang.

Pembangunan destinasi wisata di Kabupaten Probolinggo dilakukan berkesinambungan dan secara bertahap. Dimulai dengan pemetaan potensi dan manfaat masing-masing tempat wisata. Tujuannya, tidak lain untuk mengetahui destinasi wisata yang mampu mengerek Pendapatan Asli Daerah (PAD) di sektor wisata. Sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar.

“Ada beberapa destinasi wisata yang sebenarnya layak untuk dikembangkan. Namun, pengembangannya membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Karena itu, kami kelompokkan wisata yang harus segera dikembangkan dan wisata yang pengembangannya dapat ditunda,” terang Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto.

Pengembangan secara bertahap dilakukan sejak tahun 2018. Pengembangan pertama menyasar peningkatan infrastruktur dan fasilitas yang ada di Wisata Ranuagung, Kecamatan Tiris.

Lalu pada 2019, peningkatan infrastruktur dan fasilitas di tiga destinasi wisata. Antara lain, melanjutkan pembangunan infrastruktur di Ranuagung, Kecamatan Tiris dan pengembangan wisata di Pundak Lembu atau P30 di Desa Wonokerso, Kecamatan Sumber. Yang ketiga, peningkatan fasilitas di Wisma Utjik di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura.

Selanjutnya, pada 2020, peningkatan infrastruktur dan fasilitas penunjang wisata dilakukan di Seruni Point dan Pusung Agung, Kecamatan Sukapura. Lalu, pengembangan Pantai Bahak di Kecamatan Tongas yang diharapkan menjadi jujukan baru wisatawan selepas berkunjung ke Gunung Bromo.

Pembangunan dilanjutkan pada 2021. Disporaparbud Kabupaten Probolinggo melanjutkan pengembangan di tiga tempat wisata. Yaitu, Pantai Bahak, Kecamatan Togas; Pusung Agung, Kecamatan Sukapura; dan Pundak Lembu atau P30 di Desa Wonokerso, Kecamatan Sumber.

KABUPATEN Probolinggo memiliki banyak destinasi wisata yang potensial untuk dikembangkan. Mulai wisata alam di sepanjang pantai utara, hingga wisata di daerah dataran tinggi. Setiap tempat wisata memiliki ciri khas yang menjadi  magnet pengunjung datang.

Pembangunan destinasi wisata di Kabupaten Probolinggo dilakukan berkesinambungan dan secara bertahap. Dimulai dengan pemetaan potensi dan manfaat masing-masing tempat wisata. Tujuannya, tidak lain untuk mengetahui destinasi wisata yang mampu mengerek Pendapatan Asli Daerah (PAD) di sektor wisata. Sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar.

“Ada beberapa destinasi wisata yang sebenarnya layak untuk dikembangkan. Namun, pengembangannya membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Karena itu, kami kelompokkan wisata yang harus segera dikembangkan dan wisata yang pengembangannya dapat ditunda,” terang Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto.

Pengembangan secara bertahap dilakukan sejak tahun 2018. Pengembangan pertama menyasar peningkatan infrastruktur dan fasilitas yang ada di Wisata Ranuagung, Kecamatan Tiris.

Lalu pada 2019, peningkatan infrastruktur dan fasilitas di tiga destinasi wisata. Antara lain, melanjutkan pembangunan infrastruktur di Ranuagung, Kecamatan Tiris dan pengembangan wisata di Pundak Lembu atau P30 di Desa Wonokerso, Kecamatan Sumber. Yang ketiga, peningkatan fasilitas di Wisma Utjik di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura.

Selanjutnya, pada 2020, peningkatan infrastruktur dan fasilitas penunjang wisata dilakukan di Seruni Point dan Pusung Agung, Kecamatan Sukapura. Lalu, pengembangan Pantai Bahak di Kecamatan Tongas yang diharapkan menjadi jujukan baru wisatawan selepas berkunjung ke Gunung Bromo.

Pembangunan dilanjutkan pada 2021. Disporaparbud Kabupaten Probolinggo melanjutkan pengembangan di tiga tempat wisata. Yaitu, Pantai Bahak, Kecamatan Togas; Pusung Agung, Kecamatan Sukapura; dan Pundak Lembu atau P30 di Desa Wonokerso, Kecamatan Sumber.

MOST READ

BERITA TERBARU

/