alexametrics
26C
Probolinggo
Friday, 23 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Koperasi-Rumah Batik Wadahi Kebutuhan Perajin Batik Kab Probolinggo

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

KRAKSAAN,Radar Bromo – Para perajin batik di Kabupaten Probolinggo kini telah memiliki wadah untuk mengembangkan usahanya. Hal itu tidak terlepas dari berdirinya Koperasi Adikarya Probolinggo Sejahtera yang mulai efektif sejak 4 Desember 2020. Sejauh ini, anggota koperasi ini berasal dari para perajin yang tergabung dalam Adikarya Perajin Batik, Bordir, dan Aksesori (APBBA) Kabupaten Probolinggo.

Koperasi itu didirikan sebagai upaya dalam membantu pengembangan usaha para perajin di Kabupaten Probolinggo dalam hal penyediaan bahan baku. Di antaranya, kain, pewarna, dan kebutuhan membatik lainnya.

“Bagi anggota yang tergabung dalam APBBA, melalui koperasi ini tidak harus bayar dulu untuk memenuhi kebutuhannya. Bisa membayar ketika batik garapannya sudah laku,” ujar Ketua APBBA Kabupaten Probolinggo Mahrus Ali.

Pria yang juga penasihat Koperasi Adikarya Probolinggo Sejahtera ini mengatakan, selain memenuhi kebutuhan membatik anggotanya, koperasi ini juga difungsikan untuk mempromosikan hasil karya pembatik yang tergabung dalam APPBA.

“Dengan adanya koperasi batik, mereka sekarang tidak perlu jauh-jauh lagi belanja kebutuhan membatiknya. Selama ini untuk belanja kebutuhannya mereka biasanya mengambil di Solo, Jogjakarta, hingga Pekalongan,” katanya.

Koperasi yang menjadi satu bagian dalam Rumah Batik Kabupaten Probolinggo itu lokasinya berada di depan Kantor Perpustakaan dan Arsip (Dispersip) Kabupaten Probolinggo. Kemarin, Rumah Batik yang berada di bawah manajemen Koperasi Adikarya Probolinggo Sejahtera ini diresmikan oleh Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, S.E.

Mahrus menambahkan, ide awal didirikannya Koperasi Adikarya Probolinggo Sejahtera berawal pada Februari 2020. Saat itu dalam peresmian rumah UMKM Kabupaten Probolinggo, Bupati Probolinggo mendorong APBBA membentuk koperasi batik. Kemudian, APBBA berkoordinasi dengan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo PT PJB UP Paiton.

“Selanjutnya, kami melakukan MoU dengan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo untuk mendirikan koperasi. Alhamdulillah pada 23 November 2020, legalitas badan hukum koperasi dari Kemenkum-HAM turun. Selanjutnya, Desember kami mulai menyiapkan bahan baku membatik dan lain-lainnya,” katanya.

Ia menargetkan, ke depan tidak hanya melayani kebutuhan para pembatik di Kabupaten Probolinggo. Namun juga diupayakan melayani kebutuhan para pembatik di wilayah tapal kuda. Tujuannya, untuk mendukung pengembangan usaha dan pelestarian batik sebagai budaya warisan leluhur.

“Insyaallah melalui peresmian Rumah Batik, ini teman-teman akan lebih semangat untuk mempromosikan keberadaan Rumah Batik dan Koperasi Adikarya Probolinggo Sejahtera. Sehingga, harapan kami pelayanannya bisa lebih meluas. Targetnya tapal kuda dulu,” katanya.

Menurutnya, selain mendirikan Rumah Batik yang dikelola koperasi, APBBA juga ikut berperan pada pengembangan batik pada kelompok disabilitas dan warga binaan Rutan Kelas IIB Kraksaan. “Adanya Rumah Batik ini akan memfasilitasi kreativitas kedua kelompok tersebut dalam meningkatkan perekonomian masing-masing,” katanya. (uno)

Mobile_AP_Rectangle 1

KRAKSAAN,Radar Bromo – Para perajin batik di Kabupaten Probolinggo kini telah memiliki wadah untuk mengembangkan usahanya. Hal itu tidak terlepas dari berdirinya Koperasi Adikarya Probolinggo Sejahtera yang mulai efektif sejak 4 Desember 2020. Sejauh ini, anggota koperasi ini berasal dari para perajin yang tergabung dalam Adikarya Perajin Batik, Bordir, dan Aksesori (APBBA) Kabupaten Probolinggo.

Koperasi itu didirikan sebagai upaya dalam membantu pengembangan usaha para perajin di Kabupaten Probolinggo dalam hal penyediaan bahan baku. Di antaranya, kain, pewarna, dan kebutuhan membatik lainnya.

“Bagi anggota yang tergabung dalam APBBA, melalui koperasi ini tidak harus bayar dulu untuk memenuhi kebutuhannya. Bisa membayar ketika batik garapannya sudah laku,” ujar Ketua APBBA Kabupaten Probolinggo Mahrus Ali.

Mobile_AP_Half Page

Pria yang juga penasihat Koperasi Adikarya Probolinggo Sejahtera ini mengatakan, selain memenuhi kebutuhan membatik anggotanya, koperasi ini juga difungsikan untuk mempromosikan hasil karya pembatik yang tergabung dalam APPBA.

“Dengan adanya koperasi batik, mereka sekarang tidak perlu jauh-jauh lagi belanja kebutuhan membatiknya. Selama ini untuk belanja kebutuhannya mereka biasanya mengambil di Solo, Jogjakarta, hingga Pekalongan,” katanya.

Koperasi yang menjadi satu bagian dalam Rumah Batik Kabupaten Probolinggo itu lokasinya berada di depan Kantor Perpustakaan dan Arsip (Dispersip) Kabupaten Probolinggo. Kemarin, Rumah Batik yang berada di bawah manajemen Koperasi Adikarya Probolinggo Sejahtera ini diresmikan oleh Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, S.E.

Mahrus menambahkan, ide awal didirikannya Koperasi Adikarya Probolinggo Sejahtera berawal pada Februari 2020. Saat itu dalam peresmian rumah UMKM Kabupaten Probolinggo, Bupati Probolinggo mendorong APBBA membentuk koperasi batik. Kemudian, APBBA berkoordinasi dengan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo PT PJB UP Paiton.

“Selanjutnya, kami melakukan MoU dengan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo untuk mendirikan koperasi. Alhamdulillah pada 23 November 2020, legalitas badan hukum koperasi dari Kemenkum-HAM turun. Selanjutnya, Desember kami mulai menyiapkan bahan baku membatik dan lain-lainnya,” katanya.

Ia menargetkan, ke depan tidak hanya melayani kebutuhan para pembatik di Kabupaten Probolinggo. Namun juga diupayakan melayani kebutuhan para pembatik di wilayah tapal kuda. Tujuannya, untuk mendukung pengembangan usaha dan pelestarian batik sebagai budaya warisan leluhur.

“Insyaallah melalui peresmian Rumah Batik, ini teman-teman akan lebih semangat untuk mempromosikan keberadaan Rumah Batik dan Koperasi Adikarya Probolinggo Sejahtera. Sehingga, harapan kami pelayanannya bisa lebih meluas. Targetnya tapal kuda dulu,” katanya.

Menurutnya, selain mendirikan Rumah Batik yang dikelola koperasi, APBBA juga ikut berperan pada pengembangan batik pada kelompok disabilitas dan warga binaan Rutan Kelas IIB Kraksaan. “Adanya Rumah Batik ini akan memfasilitasi kreativitas kedua kelompok tersebut dalam meningkatkan perekonomian masing-masing,” katanya. (uno)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2