Penerima Bantuan di Kota Probolinggo Berkurang 21 Persen

MAYANGAN, Radar Bromo – Proses verifikasi dan validasi (verval) Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) penerima bantuan dari Kementerian Sosial di Kabupaten Probolinggo akhirnya rampung. Hasilnya, ada penurunan jumlah penerima bantuan sosial (bansos) sebanyak 21 persen.

Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo Sudjianto mengatakan, data sementara ada pengurangan sebanyak 21 persen dari jumlah awal 230.290 rumah tangga menjadi 180.947 rumah tangga. “Hasil verifikasi dan validasi melalui musyawarah desa telah mengalami penurunan yang cukup banyak,” ujarnya.

Penurunan ini terjadi karena banyak faktor. Di antaranya, ada pembaharuan data setelah ada pengurangan data akibat mengundurkan diri, data ganda, serta menghapus data penerima bantuan yang sudah meninggal dunia. Kemudian, masuk dalam DTKS.

Data DTKS itu merupakan data gabungan. Di dalamnya terdapat data Program Keluarga Harapan (PKH), data penerima sembako atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) data penerima PBI-JKN, serta data calon penerima bantuan yang belum mendapatkan bansos dari Pemerintah Pusat. “Data ini masih data gabungan. Masih ada proses pemilahan penerima bantuan melalui sistem yang sudah tersedia,” ujarnya.

Saat ini Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK) sedang melakukan entry data hasil verifikasi ini ke aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial-Next Generation (SIKS-NG). Aplikasi ini rencananya akan ditetapkan oleh Kementerian Sosial pada April 2020.

“Dari hasil entry data itu, kemudian dapat diketahui jumlah data PKH, Data Penerima Sembako atau BPNT, data penerima PBI-JKN serta, data calon penerima bantuan yang belum mendapatkan bantuan sosial dari Pusat,” ujarnya. (ar/rud/fun)