alexametrics
25C
Probolinggo
Saturday, 16 January 2021

Jadi Saksi di Sidang Ijazah Palsu, Wakil Ketua DPRD Tak Hadir

KRAKSAAN,Radar Bromo – Sidang lanjutan kasus ijazah palsu jilid II dengan terdakwa Markus, kembali digelar. Namun, karena saksi yang dijadwalkan dimintai keterangan tidak hadir, sidang ditunda Kamis (26/11).

Kemarin, sidang dimulai sekitar pukul 13.00. Seperti biasa sidang digelar di tiga lokasi berbeda. Yaitu, Pengadilan Negeri (PN) Kraksaan untuk majelis hakim; Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo untuk Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan saksi; sedangkan terdakwa bersama penasihat hukumnya mengikuti persidangan secara online dari Rutan Kraksaan.

Sidang kali ini berjalan singkat. Sebab, selepas sidang dibuka langsung ditunda karena dua saksi yang rencananya dihadirkan, tidak hadir. Dua saksi itu adalah Ketua DPC Gerindra Kabupaten Probolinggo yang juga wakil Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo, Jon Junaedi. Serta, seorang anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, Samsul Arifin Al Fatoni.

Humas PN Kraksaan Yudistira mengatakan, sidang diundur karena saksi tidak hadir. “Suratnya coba tanya ke Kejaksaan, tadi permintaan penundaan disampaikan jaksa pada waktu sidang teleconference,” ujarnya.

Humas Kejari Kabupaten Probolinggo Daniar membenarkannya. Menurutnya, pihaknya menjadwalkan untuk menghadirkan Jon Junaedi dan Samsul Arifin, sebagai saksi. “Mereka berkirim surat karena tidak bisa hadir. Alasannya, kepentingan pekerjaan,” ujarnya.

Karenanya, pihaknya meminta dijadwalkan ulang dan majelis hakim menerimanya. “Kamis depan sidang lagi. Dan, akan kami coba menghadirkan kedua saksi tersebut,” ujarnya.

Di sisi lain, kuasa hukum Markus, Hosnan Taufik mengatakan, saksi yang sudah dijadwalkan seharusnya hadir. Itu, jika tidak ada kepentingan yang benar-benar urgent. Sebab, keterangan mereka sangat dibutuhkan. Apalagi, nama Jon Junaedi beberapa kali muncul dalam persidangan.

“Kami harapkan hadir jika tidak ada kepentingan urgent,” ujarnya. Menurutnya, kehadiran saksi merupakan bentuk penghormatan dalam persidangan.

Diketahui, Markus diadili karena didakwa terlibat dalam kasus ijazah palsu milik mantan anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, Abdul Kadir. Dalam persidangan, nama Jon Junaedi, sering disebut-sebut. (sid/rud/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU