alexametrics
25C
Probolinggo
Saturday, 16 January 2021

Dekat dan Mudah Melalui Layanan PAKETAN Milik Dispendukcapil

Dispendukcapil Kabupaten Probolinggo memiliki beragam cara untuk mempermudah dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, salah satunya PAKETAN. Melalui layanan itu, kini masyarakat bisa mengurus Adminduk di kecamatan.

———————–

LAYANAN itu bernama PAKETAN atau Pelayanan Administrasi Kependudukan di Kecamatan. PAKETAN merupakan salah satu cara Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Probolinggo untuk lebih mendekatkan dan memudahkan pelayanan kepada masyarakat dalam mengurus dokumen administrasi kependudukan (Adminduk).

Sejauh ini sebagai uji coba, baru lima kecamatan yang menerapkan layanan PAKETAN. Yaitu, Kecamatan Tongas, Kuripan, Sumber, Gending dan Kecamatan Krucil. Mengingat, adanya keterbatasan alat dan SDM yang berbeda di tiap kecamatan.

Kepala Dispendukcapil Munaris mengatakan, melalui layanan PAKETAN, kini masyarakat atau pemohon tidak perlu lagi jauh-jauh datang ke Dispendukcapil, cukup di kecamatan terkait untuk mengurus administrasi kependudukannya.

“Perlu saya sampaikan juga, saat ini semua dokumen Adminduk, kecuali KTP elektronik dan KIA bisa cetak di kecamatan. Karena sejak 1 Juli 2020, dokumen Adminduk (KK dan akta pencatatan sipil) dicetak di kertas putih HVS 80 gram ukuran A4, sesuai Permendagri nomor 109 Tahun 2019 tentang formulir dan buku yang digunakan dalam administrasi kependudukan,” katanya.

MENDEKATKAN: Petugas dari Dispendukcapil saat melakukan layanan Jebol Paku Desa di Desa Pesawahan, Kecamatan Tiris beberapa waktu lalu. (Foto: Jamaludin/Jawa Pos Radar Bromo)

Menurutnya, layanan PAKETAN ini melengkapi berbagai macam layanan yang ada di Dispendukcapil. Tujuan utama selain untuk meningkatkan pelayanan yang membahagiakan masyarakat. Juga untuk lebih mendekatkan dan memudahkan masyarakat dalam pengurusan dokumen Adminduk.

“Saat ini, layanan PAKETAN kami uji coba di 5 kecamatan. Alhamdulillah, ternyata bisa dan tidak ada masalah dengan jaringan internet. Meskipun di daerah atas, bisa dijangkau,” katanya.

Ia mengatakan, meskipun ada keterbatasan alat dan SDM, ia menargetkan tahun depan semua kecamatan di Kabupaten Probolinggo sudah bisa menikmati layanan PAKETAN. “Sehingga, pelayanan dokumen Adminduk bisa semakin mudah dan dekat dengan semua warga Kabupaten Probolinggo,” katanya.

Munaris menambahkan, layanan PAKETAN itu, juga sebagai bagian dari tindak lanjut yang dilakukan Dispendukcapil Kabupaten Probolinggo terkait Permendagri Nomor 7 Tahun 2019 tentang Pelayanan Administrasi Kependudukan Secara Daring.

“Pelayanan dokumen Adminduk via daring sudah berjalan di Dispendukcapil Kabupaten Probolinggo. Baik melalui WhatsApp maupun website. Kami juga menerapkan TTE atau tanda tangan elektronik. Saat ini, kami kembangkan melalui layanan PAKETAN di kecamatan itu,” pungkasnya.

Mendekatkan dan memudahkan pelayanan kepada masyarakat terus dilakukan Dispendukcapil Kabupaten Probolinggo. Selain layanan PAKETAN, Dispendukcapil Kabupaten Probolinggo memiki layanan Jebol Paku Desa. Layanan ini memiliki arti, Jemput Bola Pelayanan Adiministrasi Kependudukan di Desa.

Layanan Jebol Paku Desa dilaksanakan pada hari Sabtu dan Minggu di sejumlah desa yang menjadi target layanan. Pada bulan November ini, Jebol Paku Desa sudah dilaksanakan dua kali.

“Yakni, di Desa Brabe, Kecamatan Maron dan Desa Pesawahan Kecamatan Tiris. Pelaksanaannya menerapkan protokol kesehatan. Pemohon diwajibkan memakai masker,” ujar Munaris, Kepala Dispendukcapil Kabupaten Probolinggo.

Menurutnya, layanan Jebol Paku Desa melayani semua dokumen Adminduk. Namun, dalam pelaksanaannya, sejauh ini kebanyakan masyarakat hanya mengurus KTP elektronik, Akta Kelahiran dan Kartu Identitas Anak (KIA).

“Dalam program ini, target kita adalah kepemilikan KTP elektronik dan Kartu Identitas Anak (KIA). Sementara untuk prioritasnya adalah desa yang warganya masih minim memiliki KTP elektronik, dan desanya akan menggelar Pilkades,” ujarnya.

Sejatinya, tahun ini pihaknya sudah menjadwal desa-desa yang akan menjadi sasaran layanan Jebol Paku Desa pada hari Sabtu dan Minggu. Namun, karena adanya pandemi Covid-19, akhirnya layanan tersebut mulai dilaksanakan pada bulan November.

“Di tengah keterbatasan, termasuk keterbatasan alat dan SDM, kami tetap menyajikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo,” katanya. (uno/adv)

MOST READ

BERITA TERBARU