alexametrics
26.1 C
Probolinggo
Sunday, 29 November 2020

Tahun Depan Anggarkan Rp 1 Miliar untuk Percantik 7 Taman

KRAKSAAN, Radar Bromo – Upaya untuk mempercantik taman dan lingkungannya menjadi perhatian serius Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo. Walau tak dilaksanakan dalam waktu dekat ini, DLH mengalokasikan Rp 1 miliar untuk mempercantik seluruh taman yang ada di Kraksaan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dwijoko Nurjayadi mengatakan bahwa kondisi seluruh taman di Kraksaan yang berada dibawah kewenangan Pemkab Probolinggo, masih belum tertata rapi. Sehingga masih perlu dilakukan upaya pembagunan, penataan, sekaligus pemeliharaan.

“Hasil pemetaan ada 7 taman diseluruh Kraksaan yang akan dipercantik. Sebelumnya sudah direncanakan tahun ini, namun karena situasi pandemi jadi hanya sebagian saja yang direalisasikan. Tahun depan kami anggarkan 1 miliar,” ujar.

Menurutnya anggaran sebesar itu dirasa wajar, sebab masih banyak taman yang perlu dilengkapi. Mulai dari fasilitas, serta sarana dan prasarana pendukung lainnya. Salah satu taman yang akan dipercantik adalah Alun-alun Kraksaan yang menjadi ikon Kabupaten Probolinggo.

Saat ini sedang dilakukan pembangunan Alun-alun Kraksaan dan penataan taman. Akan tetapi realisasi dilakukan secara bertahap. Sebab terbentur oleh anggaran yang cukup terbatas pasca dilakukan refocusing anggaran. “Memang saat ini alun-alun sedang dibangun dan ditata, tetapi masih belum maksimal,” katanya.

Sehingga pembangunan nantinya akan dilanjutkan pada tahun berikutnya. Beberapa fasilitas lainnya akan ditambah. Agar pengunjung bersama keluarga yang datang, lebih nyaman saat berkunjung ke Alun-alun Kraksaan.

Di samping itu, anggaran yang telah disusun tersebut nantinya juga akan digunakan untuk meningkatkan SDM tenaga yang merawat taman. Sebab untuk memelihara dan menata taman diperlukan keahlian khusus agar tidak mengurangi estika taman yang ada. Termasuk keseimbangan antara jumlah tanaman dengan fasilitas yang harus disediakan.

“Bukan hanya bisa membangun, tetapi tenaga yang ada di lapangan juga harus dibekali keahlian untuk memelihara tanaman yang ada. Sebab tanaman yang ditanam harus memenuhi syarat estetika pertamanan,” tutur Dwijoko. (ar/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Pencarian Hari Ketiga, Temukan Mayat di Perairan Gili, Diduga Wahyu

Pihak keluarga masih ragu itu jasad dari Wahyu Ibrahim, sebab kondisinya sudah agak susah dikenali. Tetapi, ada satu ciri fisik yang sama. Yakni, ada bekas jahitan di paha sebelah kanan.

Hujan Deras, Dua Dapur Warga Pakuniran Tergerus Longsor

Hujan deras disertai angin kencang terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Probolinggo. Salah satunya mengakibatkan longsor di Kecamatan Pakuniran dan Kecamatan Lumbang.

Hindari Sepeda, Bus Masuk Sungai, Pesepeda Asal Wonorejo Meninggal

Malang nasib Sujono. Kakek berusia 65 tahun itu meninggal setelah tertabrak bus saat hendak menyeberang jalan, Sabtu (28/11).

Semalam, Dua Motor Warga Kerpangan Dimaling

Sabtu (28/11) dini hari, kawanan maling menggondol dua motor milik Adi Cahyono, warga Desa Kerpangan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo.

Pembangunan Gedung PSC Diburu Waktu, Tapi Optimistis Selesai

Hingga mendekati batas waktu penyelesaian, belum sepenuhnya gedung berlantai dua itu, rampung dikerjakan. Hingga saat ini, baru sekitar 90 persen direalisasikan.