alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Saturday, 2 July 2022

Tebing Tepi Jalan Andungsari Ambrol, Kendaraan Melintas Harus Bergantian

TIRIS, Radar Bromo– Lagi-lagi daerah dataran tinggi di Kabupaten Probolinggo terjadi longsor. Terbaru, longsor terjadi di Desa Andungsari, Kecamatan Tiris. Longsor membuat tebing atau tembok penahan tanah (TPT) setinggi 20 meter ikut ambrol.

Memang saat longsor tak sampai menimbulkan korban jiwa karena terjadi dini hari. Hanya saja lalulintas di Desa Andungsari, Kecamatan Tiris, harus terganggu. Pasalnya, TPT di jalan sebelah utara yang ambrol, menggerus jalan.

Ambrolnya TPT itu dibenarkan Penata Penanggulangan Bencana Muda Pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Probolinggo Abdullah. Ia mengatakan, ambrolnya TPT tersebut terjadi sekitar pukul 03.00, Rabu (22/6) lalu.

“Terjadinya saat dini hari. Penyebabnya bukan karena hujan. Diduga berasal dari getaran kendaraan berat. Jadi, saat melintasi, mungkin gak kuat sehingga longsor,” katanya, Kamis (23/6).

Longsor sendiri terjadi di tepi jalan. Lebar longsor kira-kira sekitar 15 meter. Memiliki kedalaman 20 meter. Longsor tersebut setidaknya memakan sebagian jalan di lokasi tersebut.

“Jalanannya 6 meter. Sementara yang kena longsor sekitar 2 meter. Masih tersisa jalannya dan bisa dilewati. Namun harus bergantian,” ujarnya.

Abdullah mengaku, pihaknya telah mendatangi lokasi. BPBD juga telah memasang yellow line di lokasi untuk penanganan darurat. Hal ini ditujukan sebagai peringatan agar warga tidak mendekati lokasi ambrolnya TPT.

TIRIS, Radar Bromo– Lagi-lagi daerah dataran tinggi di Kabupaten Probolinggo terjadi longsor. Terbaru, longsor terjadi di Desa Andungsari, Kecamatan Tiris. Longsor membuat tebing atau tembok penahan tanah (TPT) setinggi 20 meter ikut ambrol.

Memang saat longsor tak sampai menimbulkan korban jiwa karena terjadi dini hari. Hanya saja lalulintas di Desa Andungsari, Kecamatan Tiris, harus terganggu. Pasalnya, TPT di jalan sebelah utara yang ambrol, menggerus jalan.

Ambrolnya TPT itu dibenarkan Penata Penanggulangan Bencana Muda Pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Probolinggo Abdullah. Ia mengatakan, ambrolnya TPT tersebut terjadi sekitar pukul 03.00, Rabu (22/6) lalu.

“Terjadinya saat dini hari. Penyebabnya bukan karena hujan. Diduga berasal dari getaran kendaraan berat. Jadi, saat melintasi, mungkin gak kuat sehingga longsor,” katanya, Kamis (23/6).

Longsor sendiri terjadi di tepi jalan. Lebar longsor kira-kira sekitar 15 meter. Memiliki kedalaman 20 meter. Longsor tersebut setidaknya memakan sebagian jalan di lokasi tersebut.

“Jalanannya 6 meter. Sementara yang kena longsor sekitar 2 meter. Masih tersisa jalannya dan bisa dilewati. Namun harus bergantian,” ujarnya.

Abdullah mengaku, pihaknya telah mendatangi lokasi. BPBD juga telah memasang yellow line di lokasi untuk penanganan darurat. Hal ini ditujukan sebagai peringatan agar warga tidak mendekati lokasi ambrolnya TPT.

MOST READ

BERITA TERBARU

/