alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Saturday, 2 July 2022

Ada Belasan Ribu Orang Antre Berangkat Haji di Kab Probolinggo

DRINGU, Radar Bromo – Antusiasme masyarakat untuk menunaikan ibadah haji cukup tinggi. Tidak heran jika antrean haji cukup membludak. Sampai saat ini di Kabupaten Probolinggo, sebanyak 16 ribu orang menunggu pemberangkatan haji.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo Akhmad Sruji Bahtiar menjelaskan, bertambahnya jumlah antrean haji tersebut karena banyak warga yang mendaftar berangkat haji. Sementara jumlah jamaah yang diberangkatkan ke tanah suci, menunggu kebijakan dari pemerintah Arab Saudi. Terutama untuk penentuan kuota.

“Setiap tahun jumlah pendaftar haji semakin bertambah. Sementara jumlah yang diberangkatkan sedikit. Jadi memang harus sabar menunggu. Saat ini sudah 16 ribu orang yang menanti berangkat haji,” ucapnya.

Menurutnya, ada beberapa faktor lain yang menyebabkan antrean haji membeludak. Di antaranya adalah selama dua tahun belakangan pemerintah Arab Saudi tidak membuka pemberangkatan haji. Pasalnya kasus Covid-19 yang juga menjadi wabah dunia. Sehingga larangan berhaji diterapkan untuk menekan penyebaran virus.

“Dua tahun tidak ada pemberangkatan haji karena memang sedang dalam pandemi Covid-19. Antrean juga tidak pengurangan,” ungkapnya.

Sementara itu setelah pandemi covid-19 menurun. Setelah dua tahun berselang, layanan ibadah haji kembali dibuka. Tentunya hal ini menjadi angin segar bagi warga yang sudah mendapatkan nomor urut antrean.

Sayangnya pemerintah Arab Saudi hanya membuka layanan ibadah separo kuota. Tentunya hal itu juga mempengaruhi jumlah daftar antrean.

DRINGU, Radar Bromo – Antusiasme masyarakat untuk menunaikan ibadah haji cukup tinggi. Tidak heran jika antrean haji cukup membludak. Sampai saat ini di Kabupaten Probolinggo, sebanyak 16 ribu orang menunggu pemberangkatan haji.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo Akhmad Sruji Bahtiar menjelaskan, bertambahnya jumlah antrean haji tersebut karena banyak warga yang mendaftar berangkat haji. Sementara jumlah jamaah yang diberangkatkan ke tanah suci, menunggu kebijakan dari pemerintah Arab Saudi. Terutama untuk penentuan kuota.

“Setiap tahun jumlah pendaftar haji semakin bertambah. Sementara jumlah yang diberangkatkan sedikit. Jadi memang harus sabar menunggu. Saat ini sudah 16 ribu orang yang menanti berangkat haji,” ucapnya.

Menurutnya, ada beberapa faktor lain yang menyebabkan antrean haji membeludak. Di antaranya adalah selama dua tahun belakangan pemerintah Arab Saudi tidak membuka pemberangkatan haji. Pasalnya kasus Covid-19 yang juga menjadi wabah dunia. Sehingga larangan berhaji diterapkan untuk menekan penyebaran virus.

“Dua tahun tidak ada pemberangkatan haji karena memang sedang dalam pandemi Covid-19. Antrean juga tidak pengurangan,” ungkapnya.

Sementara itu setelah pandemi covid-19 menurun. Setelah dua tahun berselang, layanan ibadah haji kembali dibuka. Tentunya hal ini menjadi angin segar bagi warga yang sudah mendapatkan nomor urut antrean.

Sayangnya pemerintah Arab Saudi hanya membuka layanan ibadah separo kuota. Tentunya hal itu juga mempengaruhi jumlah daftar antrean.

MOST READ

BERITA TERBARU

/