alexametrics
26.9 C
Probolinggo
Monday, 23 May 2022

Covid-19 Kab Probolinggo Naik, Berlakukan Penyekatan Tingkat RT

KRAKSAAN, Radar Bromo – Lonjakan kasus Covid-19 menjadi perhatian Pemkab Probolinggo. Dua Kecamatan yakni Kecamatan Kraksaan dan Pajarakan hingga Selasa (22/6) masih berstatus zona merah. Pemkab pun melakukan penyekatan hingga tingkat Rukun Tetangga (RT).

Penyekatan ini dilakukan untuk meminimalisir potensi penyebaran virus Covid-19 yang saat ini masih begitu mengancam. Akhir-akhir ini masyarakat mulai nampak mengabaikan protokol kesehatan. Bahkan akibat kelalaian menerapkan protokol kesehatan dapat turut berkontribusi meningkatkan penyebaran.

“Warga sudah nampak mengabaikan protokol kesehatan yang harus diterapkan. Dengan kondisi seperti ini, di mana potensi lonjakan dapat terjadi maka operasi yustisi. Serta Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro harus dilakukan,” ujar Koordinator Penegakan Keamanan dan Hukum Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto.

Terkait dengan wilayah yang berzona merah, evaluasi harian terus dilakukan. Pun begitu dengan tracing pada kontak erat dengan pasien dilakukan secara ketat. Pada wilayah zona merah sudah dilarang melakukan kegiatan yang menimbulkan kerumunan tidak boleh. Di blok RT tempat pasien ditemukan akan di lokalisasi dan dilakukan penyekatan. Warga yang keluar masuk harus diawasi lebih sigap.

“Wilayah yang berzona sementara akan dilakukan pengawasan yang ketat. Belum sampai kepada upaya lockdown sebab masih banyak yang perlu dipertimbangkan,” katanya.

Menurutnya saat ini satgas sedang mengati penerapan PPKM mikro yang telah dijalankan. Namun upaya tersebut akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan perkembangan Covid-19. Selama ini upaya yang dilakukan oleh satgas masih tergolong landai, perkembangan situasi tidak terlalu mengkhawatirkan.

Namun jika situasi memburuk, akan dilakukan pengetatatan tidak hanya pada zona merah. Tetapi juga beberapa wilayah lain berpotensi terjadi ledakan kasus.

“Baru sekarang ini Kabupaten Probolinggo mengalami lonjakan. Maka akan dilakukan pengawasan secara berjenjang mulai dari Kabupaten, Kecamatan dan Desa,” bebernya. (ar/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Lonjakan kasus Covid-19 menjadi perhatian Pemkab Probolinggo. Dua Kecamatan yakni Kecamatan Kraksaan dan Pajarakan hingga Selasa (22/6) masih berstatus zona merah. Pemkab pun melakukan penyekatan hingga tingkat Rukun Tetangga (RT).

Penyekatan ini dilakukan untuk meminimalisir potensi penyebaran virus Covid-19 yang saat ini masih begitu mengancam. Akhir-akhir ini masyarakat mulai nampak mengabaikan protokol kesehatan. Bahkan akibat kelalaian menerapkan protokol kesehatan dapat turut berkontribusi meningkatkan penyebaran.

“Warga sudah nampak mengabaikan protokol kesehatan yang harus diterapkan. Dengan kondisi seperti ini, di mana potensi lonjakan dapat terjadi maka operasi yustisi. Serta Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro harus dilakukan,” ujar Koordinator Penegakan Keamanan dan Hukum Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto.

Terkait dengan wilayah yang berzona merah, evaluasi harian terus dilakukan. Pun begitu dengan tracing pada kontak erat dengan pasien dilakukan secara ketat. Pada wilayah zona merah sudah dilarang melakukan kegiatan yang menimbulkan kerumunan tidak boleh. Di blok RT tempat pasien ditemukan akan di lokalisasi dan dilakukan penyekatan. Warga yang keluar masuk harus diawasi lebih sigap.

“Wilayah yang berzona sementara akan dilakukan pengawasan yang ketat. Belum sampai kepada upaya lockdown sebab masih banyak yang perlu dipertimbangkan,” katanya.

Menurutnya saat ini satgas sedang mengati penerapan PPKM mikro yang telah dijalankan. Namun upaya tersebut akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan perkembangan Covid-19. Selama ini upaya yang dilakukan oleh satgas masih tergolong landai, perkembangan situasi tidak terlalu mengkhawatirkan.

Namun jika situasi memburuk, akan dilakukan pengetatatan tidak hanya pada zona merah. Tetapi juga beberapa wilayah lain berpotensi terjadi ledakan kasus.

“Baru sekarang ini Kabupaten Probolinggo mengalami lonjakan. Maka akan dilakukan pengawasan secara berjenjang mulai dari Kabupaten, Kecamatan dan Desa,” bebernya. (ar/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/