alexametrics
24.1 C
Probolinggo
Tuesday, 28 June 2022

Tembok yang Ambrol di Sungai Pekalen Makin Bikin Waswas

KRAKSAAN, Radar Bromo – Tembok penahan tanah (TPT) di Sungai Pekalen yang ambrol, dikeluhkan warga. Pasalnya, tembok yang berlokasi di RT 4 RW 3 Dusun Kancoan, Desa Sukokerto, Pajarakan tersebut, sampai saat ini belum ada penanganan.

Dari pantuan Jawa Pos Radar Bromo, kondisi ambrolnya TPT di sebelah barat itu masih sama. Tentu saja pemilik rumah yang berada tepat di sempadan sungai lokasi TPT ambrol, resah. Salah satunya Nasuha, 70. Dia mengaku resah, apalagi hujan dan debit air di sungai cukup tinggi.

“Takut lama kelamaan tambah parah. Bisa-bisa bangunan belakang juga tergerus, bahkan rumah ini,” ujarnya, Senin (23/5).

Ia mengatakan, sejauh ini belum ada penanganan dari pihak terkait. Sebelumnya memang ada sejumlah petugas yang datang melakukan asesmen. “Sempat ada yang datang melakukan foto-foto. Bilang dari provinsi. Namun, tidak ada penanganan ini. Entah bagaimana. Apalagi saat ini kondisi cuaca tak menentu, takut tambah ambrol,” bebernya.

Nasuha waswas menempati rumah bersama keluarganya. Ditambah lagi saat kejadian pertama ambrol masih menyisakan trauma. “Saat pertama dulu menakutkan. Sebab bunyi ambrolnya sangat keras. Saat itu hujan. Saat dilihat, ternyata tanahnya sudah ambrol,” katanya.

Hasan Kepala Desa Sukokerto menyebutkan, atas kejadian tersebut pihaknya sudah melakukan laporan ke kecamatan. Untuk kemudian diteruskan ke pihak Provinsi.

KRAKSAAN, Radar Bromo – Tembok penahan tanah (TPT) di Sungai Pekalen yang ambrol, dikeluhkan warga. Pasalnya, tembok yang berlokasi di RT 4 RW 3 Dusun Kancoan, Desa Sukokerto, Pajarakan tersebut, sampai saat ini belum ada penanganan.

Dari pantuan Jawa Pos Radar Bromo, kondisi ambrolnya TPT di sebelah barat itu masih sama. Tentu saja pemilik rumah yang berada tepat di sempadan sungai lokasi TPT ambrol, resah. Salah satunya Nasuha, 70. Dia mengaku resah, apalagi hujan dan debit air di sungai cukup tinggi.

“Takut lama kelamaan tambah parah. Bisa-bisa bangunan belakang juga tergerus, bahkan rumah ini,” ujarnya, Senin (23/5).

Ia mengatakan, sejauh ini belum ada penanganan dari pihak terkait. Sebelumnya memang ada sejumlah petugas yang datang melakukan asesmen. “Sempat ada yang datang melakukan foto-foto. Bilang dari provinsi. Namun, tidak ada penanganan ini. Entah bagaimana. Apalagi saat ini kondisi cuaca tak menentu, takut tambah ambrol,” bebernya.

Nasuha waswas menempati rumah bersama keluarganya. Ditambah lagi saat kejadian pertama ambrol masih menyisakan trauma. “Saat pertama dulu menakutkan. Sebab bunyi ambrolnya sangat keras. Saat itu hujan. Saat dilihat, ternyata tanahnya sudah ambrol,” katanya.

Hasan Kepala Desa Sukokerto menyebutkan, atas kejadian tersebut pihaknya sudah melakukan laporan ke kecamatan. Untuk kemudian diteruskan ke pihak Provinsi.

MOST READ

BERITA TERBARU

/