alexametrics
23.7 C
Probolinggo
Thursday, 7 July 2022

Banjir Rob Bikin Produksi Garam di Kab Probolinggo Mundur

KRAKSAAN, Radar Bromo – Banjir rob yang melanda wilayah pantai utara Kabupaten Probolinggo, begitu merugikan petani. Lahan tambak garam mereka tergenang. Peristiwa tersebut mengakibatkan persiapan produksi garam menjadi gagal. Produksi garam juga ikut mundur.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo Hari Pur Sulistiyono mengatakan, produksi garam sebelumnya akan mulai Mei. Hal ini seiring dengan berkurangnya intensitas curah hujan. Namun banjir rob terjadi. Sehingga membuat lahan yang disiapkan untuk memproduksi garam menjadi tergenang. Persiapan lahan produksi pun harus dimulai dari awal.

“Seluruh tambak di pantai utara jawa mulai dari Kecamatan Dringu, Gending, Pajarakan, Kraksaan, dan Paiton tergenang. Jadi gagal produksi,” ungkapnya.

Hari bilang, proses persiapan setidaknya membutuhkan waktu paling cepat seminggu. Mulai dari penataan wilayah tambak. Hingga pengeringan lahan tambak siap dijadikan lahan garam. Dalam kondisi persiapan tersebut kondisi cuaca harus cukup terik.

Dengan kondisi tersebut pihaknya memprediksikan produksi garam kembali mundur pada bulan Juli mendatang. Bukan hanya perlu mempersiapkan segala yang dibutuhkan. Tetapi juga melihat kondisi cuaca yang saat ini masih belum pasti.

“Perlu ada persiapan lagi, bukan hanya itu anomali cuaca masih menjadi ancaman. Sebab cuaca yang terik belum jaminan tidak akan turun hujan,” tandasnya.

KRAKSAAN, Radar Bromo – Banjir rob yang melanda wilayah pantai utara Kabupaten Probolinggo, begitu merugikan petani. Lahan tambak garam mereka tergenang. Peristiwa tersebut mengakibatkan persiapan produksi garam menjadi gagal. Produksi garam juga ikut mundur.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo Hari Pur Sulistiyono mengatakan, produksi garam sebelumnya akan mulai Mei. Hal ini seiring dengan berkurangnya intensitas curah hujan. Namun banjir rob terjadi. Sehingga membuat lahan yang disiapkan untuk memproduksi garam menjadi tergenang. Persiapan lahan produksi pun harus dimulai dari awal.

“Seluruh tambak di pantai utara jawa mulai dari Kecamatan Dringu, Gending, Pajarakan, Kraksaan, dan Paiton tergenang. Jadi gagal produksi,” ungkapnya.

Hari bilang, proses persiapan setidaknya membutuhkan waktu paling cepat seminggu. Mulai dari penataan wilayah tambak. Hingga pengeringan lahan tambak siap dijadikan lahan garam. Dalam kondisi persiapan tersebut kondisi cuaca harus cukup terik.

Dengan kondisi tersebut pihaknya memprediksikan produksi garam kembali mundur pada bulan Juli mendatang. Bukan hanya perlu mempersiapkan segala yang dibutuhkan. Tetapi juga melihat kondisi cuaca yang saat ini masih belum pasti.

“Perlu ada persiapan lagi, bukan hanya itu anomali cuaca masih menjadi ancaman. Sebab cuaca yang terik belum jaminan tidak akan turun hujan,” tandasnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/