alexametrics
27.4 C
Probolinggo
Thursday, 30 June 2022

Ada Bocah Tenggelam, Polisi Berencana Pasang Imbauan, Minta Ortu Waspada

BANTARAN, Radar Bromo Insiden bocah tenggelam di sungai Desa Legundi, Kecamatan Bantaran, menjadi perhatian serius pihak kepolisian. Polsek Bantaran mengimbau warga, khususnya orang tua untuk lebih mengawasi anaknya saat bermain. Ini supaya insiden serupa tidak sampai terjadi terulang.

Hal itu disampaikan Kapolsek Bantaran, AKP Sugeng. Saat dikonfirmasi kemarin Kapolsek menyebut, sungai tempat kejadian bocah AF, 12, tenggelam itu biasa menjadi tempat warga memandikan hewan ternaknya. Sungai di sana memang tidak terlalu dalam. Tetapi harus menjadi perhatian bagi warga sekitarnya.

”Kami sudah turun langsung ke warga-warga di tempat kejadian, untuk mengingatkan kembali mereka. Supaya lebih awas, saat memandikan hewan ternaknya. Terutama orang tua yang memiliki anak kecil,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo, Senin (23/5).

Mau Mandikan Ternak di Sungai Watu Ewuh, Bocah di Bantaran Tenggelam

Kapolsek mengaku akan koordinasi dengan pemerintah desa (pemdes) untuk memasang banner imbauan. Supaya masyarakat lebih waspada. Meskipun sungai itu saat musim kemarau sering tidak ada air nya. Namun, dikhawatirkan tiba-tiba turun hujan dan air sungai naik. Sehingga lebih membahayakan.

”Kami tidak bisa melarang warga ke sungai itu. Hanya bisa memberikan imbauan supaya lebih berhati-hati dan waspada. Agar insiden serupa tidak sampai terjadi kembali atau menelan korban lain,” terangnya.

BANTARAN, Radar Bromo Insiden bocah tenggelam di sungai Desa Legundi, Kecamatan Bantaran, menjadi perhatian serius pihak kepolisian. Polsek Bantaran mengimbau warga, khususnya orang tua untuk lebih mengawasi anaknya saat bermain. Ini supaya insiden serupa tidak sampai terjadi terulang.

Hal itu disampaikan Kapolsek Bantaran, AKP Sugeng. Saat dikonfirmasi kemarin Kapolsek menyebut, sungai tempat kejadian bocah AF, 12, tenggelam itu biasa menjadi tempat warga memandikan hewan ternaknya. Sungai di sana memang tidak terlalu dalam. Tetapi harus menjadi perhatian bagi warga sekitarnya.

”Kami sudah turun langsung ke warga-warga di tempat kejadian, untuk mengingatkan kembali mereka. Supaya lebih awas, saat memandikan hewan ternaknya. Terutama orang tua yang memiliki anak kecil,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo, Senin (23/5).

Mau Mandikan Ternak di Sungai Watu Ewuh, Bocah di Bantaran Tenggelam

Kapolsek mengaku akan koordinasi dengan pemerintah desa (pemdes) untuk memasang banner imbauan. Supaya masyarakat lebih waspada. Meskipun sungai itu saat musim kemarau sering tidak ada air nya. Namun, dikhawatirkan tiba-tiba turun hujan dan air sungai naik. Sehingga lebih membahayakan.

”Kami tidak bisa melarang warga ke sungai itu. Hanya bisa memberikan imbauan supaya lebih berhati-hati dan waspada. Agar insiden serupa tidak sampai terjadi kembali atau menelan korban lain,” terangnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/