alexametrics
26.9 C
Probolinggo
Friday, 1 July 2022

Rencana Rehab Ruang Kelas di Kab Probolinggo Terimbas Refocusing

KRAKSAAN, Radar Bromo – Rencana rehab ruang kelas di Kabupaten Probolinggo akan banyak yang tertunda. Sebab, anggaran Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo tidak luput dari refocusing, tahun ini.

Setidaknya, Rp 4 miliar anggaran yang bersumber dari DAU (Dana Alokasi Umum) harus dialihkan untuk penanganan Covid-19. Di dalamnya termasuk anggara DAU untuk rehab kelas.

Sebenarnya, dalam APBD 2021 Kabupaten Probolinggo, Dispendik mendapatkan alokasi anggaran cukup besar. Baik dari DAK, maupun DAU.

Lalu, anggaran sebesar Rp 17,3 miliar lebih rencananya akan digunakan untuk merehab ruang kelas sekolah. Baik itu gedung SD, maupun SMP. Rinciannya, anggaran DAU Rp 1.486.975.000 dan anggaran DAK Rp 15,8 miliar lebih.

Namun, kini anggaran itu harus di-refocusing sekitar Rp 4 miliar lebih. Sebagian besar jumlah itu berasal dari DAU.

“Anggaran Dinas Pendidikan juga terkena refocusing. Sekitar 4 miliar lebih anggaran Dinas Pendidikan dialihfokuskan untuk penanganan Covid-19,” kata Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi.

Rozi –panggilannya– menjelaskan, anggaran yang terkena refocusing itu sebagian besar bersumber dari DAU. Akibatnya, ada rencana rehab sejumlah ruang kelas tahun ini yang harus ditunda.

“Berapa ruang kelas yang bakal direhab dan berapa yang ditunda, masih dikaji. Kami prioritaskan rehab ruang kelas yang mendesak tetap terealisasi tahun ini. Karena masih ada anggaran DAK yang cukup untuk merehab ruang kelas tahun ini,” terangnya.

Dilanjutkan Rozi, pemerintah daerah terus berupaya membangun dan membenahi lembaga sekolah. Baik SD, maupun SMP. Supaya, dapat meningkatkan pelayanan pendidikan di Kabupaten Probolinggo.

Termasuk mengajukan ke Pemerintah Pusat (Kemendikbud) untuk dapat bantuan rehab sekolah. Seperti halnya pembangunan gedung SDN Resongo IV Kuripan yang terealisasi tahun ini.

”Tiap tahun kami terus berupaya membenahi ruang kelas yang kurang layak atau rusak. Tentu dengan kemampuan APBD. Termasuk mengajukan rehab melalui APBN,” ungkapnya. (mas/hn)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Rencana rehab ruang kelas di Kabupaten Probolinggo akan banyak yang tertunda. Sebab, anggaran Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo tidak luput dari refocusing, tahun ini.

Setidaknya, Rp 4 miliar anggaran yang bersumber dari DAU (Dana Alokasi Umum) harus dialihkan untuk penanganan Covid-19. Di dalamnya termasuk anggara DAU untuk rehab kelas.

Sebenarnya, dalam APBD 2021 Kabupaten Probolinggo, Dispendik mendapatkan alokasi anggaran cukup besar. Baik dari DAK, maupun DAU.

Lalu, anggaran sebesar Rp 17,3 miliar lebih rencananya akan digunakan untuk merehab ruang kelas sekolah. Baik itu gedung SD, maupun SMP. Rinciannya, anggaran DAU Rp 1.486.975.000 dan anggaran DAK Rp 15,8 miliar lebih.

Namun, kini anggaran itu harus di-refocusing sekitar Rp 4 miliar lebih. Sebagian besar jumlah itu berasal dari DAU.

“Anggaran Dinas Pendidikan juga terkena refocusing. Sekitar 4 miliar lebih anggaran Dinas Pendidikan dialihfokuskan untuk penanganan Covid-19,” kata Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi.

Rozi –panggilannya– menjelaskan, anggaran yang terkena refocusing itu sebagian besar bersumber dari DAU. Akibatnya, ada rencana rehab sejumlah ruang kelas tahun ini yang harus ditunda.

“Berapa ruang kelas yang bakal direhab dan berapa yang ditunda, masih dikaji. Kami prioritaskan rehab ruang kelas yang mendesak tetap terealisasi tahun ini. Karena masih ada anggaran DAK yang cukup untuk merehab ruang kelas tahun ini,” terangnya.

Dilanjutkan Rozi, pemerintah daerah terus berupaya membangun dan membenahi lembaga sekolah. Baik SD, maupun SMP. Supaya, dapat meningkatkan pelayanan pendidikan di Kabupaten Probolinggo.

Termasuk mengajukan ke Pemerintah Pusat (Kemendikbud) untuk dapat bantuan rehab sekolah. Seperti halnya pembangunan gedung SDN Resongo IV Kuripan yang terealisasi tahun ini.

”Tiap tahun kami terus berupaya membenahi ruang kelas yang kurang layak atau rusak. Tentu dengan kemampuan APBD. Termasuk mengajukan rehab melalui APBN,” ungkapnya. (mas/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/