alexametrics
25.4 C
Probolinggo
Saturday, 2 July 2022

Cegah Mercon-Petasan, Polisi Sisiri Penjual Kembang Api

KRAKSAAN, Radar Bromo – Bulan Ramadan menjadi berkah tersendiri bagi para pemilik usaha. Bukan hanya penjual makanan dan minuman. Tapi juga penjual kembang api. Saat Ramadan para penjual kembang api mulai bermunculan.

Banyaknya pedagang kembang api dadakan, juga menjadi perhatian kepolisian. Di bulan ramadan ini, Korps Bhayangkara kerap melakukan patroli dialogis kepada para pemilik usaha kembang api.

Patroli dialogis sasarannya memang para pemilik usaha kembang api. Setiap kali mendatangi, personel Polres Probolinggo juga melarang keras adanya penjualan petasan atau mercon di wilayah hukumnya.

Kasat Sabhara Polres Probolinggo AKP Ahmad Jayadi mengatakan, masuk pada bulan Ramadan pihaknya mulai menyisir para pedagang kembang api yang berada di wilayah kerjanya. Beberapa waktu lalu operasi dilakukan di wilayah pasar tradisional Semampir.

“Setiap pedagang yang menjual kembang api, selalu diperiksa seluruh dagangannya. Ditakutkan para pedagang kembang api ini menjual petasan atau mercon secara ilegal. Apabila ditemukan ada petasan atau mercon ilegal maka barang tersebut, akan disita. Selain itu juga dapat diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” ujarnya, Jumat (2/3).

Dari hasil operasi yang dilakukan, Jayadi menyebutkan, masih belum menemukan penjualan petasan atau mercon secara ilegal. Begitupun operasi yang dilakukan di pasar Semampir beberapa waktu lalu. Namun begitu ia menegaskan bagi para penjual kembang api juga harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan.

“Misal apabila para pedagang ditemukan menjual kembang api berdiameter 2 inci atau 5,08 cm, maka penjual harus mengantongi izin dari mabes Polri,” ujarnya.

Pihaknya akan terus melakukan patroli di seluruh wilayah yang ada di Kabupaten Probolinggo. Petasan atau mercon, memang menjadi atensi karena bahaya berbahaya bagi pengguna atau diri sendiri.

“Patroli akan terus kami lakukan, mengingat petasan maupun mercon ini cukup mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Selain itu itu juga membahayakan dirinya sendiri,” ujarnya. (mu/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Bulan Ramadan menjadi berkah tersendiri bagi para pemilik usaha. Bukan hanya penjual makanan dan minuman. Tapi juga penjual kembang api. Saat Ramadan para penjual kembang api mulai bermunculan.

Banyaknya pedagang kembang api dadakan, juga menjadi perhatian kepolisian. Di bulan ramadan ini, Korps Bhayangkara kerap melakukan patroli dialogis kepada para pemilik usaha kembang api.

Patroli dialogis sasarannya memang para pemilik usaha kembang api. Setiap kali mendatangi, personel Polres Probolinggo juga melarang keras adanya penjualan petasan atau mercon di wilayah hukumnya.

Kasat Sabhara Polres Probolinggo AKP Ahmad Jayadi mengatakan, masuk pada bulan Ramadan pihaknya mulai menyisir para pedagang kembang api yang berada di wilayah kerjanya. Beberapa waktu lalu operasi dilakukan di wilayah pasar tradisional Semampir.

“Setiap pedagang yang menjual kembang api, selalu diperiksa seluruh dagangannya. Ditakutkan para pedagang kembang api ini menjual petasan atau mercon secara ilegal. Apabila ditemukan ada petasan atau mercon ilegal maka barang tersebut, akan disita. Selain itu juga dapat diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” ujarnya, Jumat (2/3).

Dari hasil operasi yang dilakukan, Jayadi menyebutkan, masih belum menemukan penjualan petasan atau mercon secara ilegal. Begitupun operasi yang dilakukan di pasar Semampir beberapa waktu lalu. Namun begitu ia menegaskan bagi para penjual kembang api juga harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan.

“Misal apabila para pedagang ditemukan menjual kembang api berdiameter 2 inci atau 5,08 cm, maka penjual harus mengantongi izin dari mabes Polri,” ujarnya.

Pihaknya akan terus melakukan patroli di seluruh wilayah yang ada di Kabupaten Probolinggo. Petasan atau mercon, memang menjadi atensi karena bahaya berbahaya bagi pengguna atau diri sendiri.

“Patroli akan terus kami lakukan, mengingat petasan maupun mercon ini cukup mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Selain itu itu juga membahayakan dirinya sendiri,” ujarnya. (mu/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/