alexametrics
24.5 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Permintaan Tinggi, Tiga Jenis Pupuk Ini Diawasi

DRINGU, Radar Bromo – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo terus berupaya mencukupi alokasi ketersediaan pupuk bersubsidi. Sampai dengan akhir Januari, ada 3 jenis pupuk memiliki permintaan tinggi. Alhasil, tiga jenis pupuk kini tengah diawasi.

Kabid Sarana dan Prasarana Kabupaten Probolinggo Bambang Suprayitno melalui Suparlan, salah satu staf DKPP mengatakan, pemakaian pupuk yang dilakukan petani, dipengaruhi komoditi pertanian yang ditanam. Sebab petani berkeinginan mendapatkan hasil panen yang baik. Mulai dari kualitas hingga kuantitas panen yang dihasilkan. Sehingga dapat memberikan penghasilan lebih.

“Pemberian pupuk memang baik untuk tanaman, tetapi perlu digarisbawahi takaran pupuk harus pas agar dapat menggenjot hasil panen. Jika tidak, justru akan merusak tanaman,” katanya.

Dari rekapan yang dilakukan DKPP selama bulan Januari, ada 3 jenis pupuk memiliki peminat yang cukup tinggi. Di antaranya alokasi pupuk urea tahun ini sebanyak 33.890 ton, telah terealisasi 3.929,72 ton atau 11,60 persen. Kemudian jenis pupuk NPK dengan alokasi sebanyak 21.703 ton, telah terealisasi 1.296,48 ton atau 5,97 persen. Serta jenis pupuk ZA dengan alokasi sebanyak 19.515 ton, telah terealiasasi 742,65 ton atau 3,81 persen.

Suparlan menjelaskan, jika 3 jenis pupuk tersebut memang memiliki permintaan yang cukup tinggi. Bukan hanya bulan januari, bahkan pada tahun sebelumnya 3 pupuk tersebut lebih cepat habis dibandingkan dengan stok pupuk bersubsidi lainnya.

Tak heran jika saat stok mulai menipis, DKPP Kabupaten Probolinggo berkoordinasi dengan Provinsi Jawa Timur untuk melakukan realokasi pupuk. Khususnya penambahan 3 jenis pupuk tersebut.

DRINGU, Radar Bromo – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo terus berupaya mencukupi alokasi ketersediaan pupuk bersubsidi. Sampai dengan akhir Januari, ada 3 jenis pupuk memiliki permintaan tinggi. Alhasil, tiga jenis pupuk kini tengah diawasi.

Kabid Sarana dan Prasarana Kabupaten Probolinggo Bambang Suprayitno melalui Suparlan, salah satu staf DKPP mengatakan, pemakaian pupuk yang dilakukan petani, dipengaruhi komoditi pertanian yang ditanam. Sebab petani berkeinginan mendapatkan hasil panen yang baik. Mulai dari kualitas hingga kuantitas panen yang dihasilkan. Sehingga dapat memberikan penghasilan lebih.

“Pemberian pupuk memang baik untuk tanaman, tetapi perlu digarisbawahi takaran pupuk harus pas agar dapat menggenjot hasil panen. Jika tidak, justru akan merusak tanaman,” katanya.

Dari rekapan yang dilakukan DKPP selama bulan Januari, ada 3 jenis pupuk memiliki peminat yang cukup tinggi. Di antaranya alokasi pupuk urea tahun ini sebanyak 33.890 ton, telah terealisasi 3.929,72 ton atau 11,60 persen. Kemudian jenis pupuk NPK dengan alokasi sebanyak 21.703 ton, telah terealisasi 1.296,48 ton atau 5,97 persen. Serta jenis pupuk ZA dengan alokasi sebanyak 19.515 ton, telah terealiasasi 742,65 ton atau 3,81 persen.

Suparlan menjelaskan, jika 3 jenis pupuk tersebut memang memiliki permintaan yang cukup tinggi. Bukan hanya bulan januari, bahkan pada tahun sebelumnya 3 pupuk tersebut lebih cepat habis dibandingkan dengan stok pupuk bersubsidi lainnya.

Tak heran jika saat stok mulai menipis, DKPP Kabupaten Probolinggo berkoordinasi dengan Provinsi Jawa Timur untuk melakukan realokasi pupuk. Khususnya penambahan 3 jenis pupuk tersebut.

MOST READ

BERITA TERBARU

/